oleh

Bawaslu Tangani 832 Kasus

BANDUNG – Badan Penga­wasan Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat selama Pemilihan Le­gislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) telah me­nangani 832 kasus yang ter­diri dari 632 merupakan te­muan Bawaslu sendiri dan 252 merupakan laporan dari masyarakat.

Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan mengatakan, dari kasus tersebut masalah administrasi merupakan kasus terbanyak. Sdengan jumlah 533 kasus.

’’Dari aspek pelanggaran pidana terdapat 66 kasus. pe­langgaran kode etik ada 19 kasus. Sedangkan untuk ka­sus yang dihentikan seba­nyak 181 dan pelanggaran lainnya 33 kasus,’’kata Abdul­lah ketika ditemui di Trans Hotel kemarin. (28/5).

Baca Juga:  Persiapan Turnamen Internasional, Ratusan Pesepak Bola Muda Jalani Seleksi Timnas di Aceh

Menurutnya, sebanyak 632 kasus merupakan hasil kerja dalam bentuk pengawasan dan temuan Bawaslu. Sedang­kan kasus yang didapatkan dari temuan masyarakat se­banyak 252 kasus. Hal ini menunjukan bahwa tingkat partisipasi pengawasan ma­syarakat sangat baik.

Selain itu, berdasarkan ta­hapan pemilu ketika masa kampanye banyak ditemukan kasus pada masa tenang berupa praktik money politik sebanyak 59 kasus dengan total jumlah kasus secara kesel;uruhan sebanyak 642.

Baca Juga:  MUI: Ramadan Tahun Ini Harus Bisa Beradaptasi

’’ini bagaian dari strategi Bawaslu Jabar kaitan money politik menjadi isu strategis yang sudah menjadi fokus Bawaslu,” kata Abdullah.

Banyaknya hasil temuan di masa tenang ini diperoleh dari patroli kesiagaan untuk mengawasi potensi praktek money politik yang dilakukan jajaran Bawaslu selama taha­pan pemilu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga