Gagas Model Pendidikan di Wilayah Rawan Bencana

Gagas Model Pendidikan di Wilayah Rawan Bencana
BERI PAPARAN: Terlihat Salah seorang narasumber memberikan pemaparan kepada para peserta talk show bertema “Kajian Pendidikan di Wilayah Bencana,” terkait pentingnya menyelamatkan sektor pendidikan saat terjadi bencana alam.
0 Komentar

”Jadi jika berbicara tentang pencegahan, itu artinya ba­gaimana kita mengelola ben­cana sedemkian rupa sehing­ga tingkat kekuatannya ber­kurang,” tuturnya.

General Manager Pendidikan Dompet Dhuafa, Arif Haryono menambahkan, terjadinya ben­cana berdampak pada kualitas belajar mengajar. Ia mengaku berdasarkan, survey Dompet Dhuafa, biasanya, enam bulan setelah bencana masih banyak guru yang izin mengajar. Se­dangkan para siswa sudah se­mangat lagi belajar.

”Tapi kecepatan mereka tidak ditopang dengan kesi­gapan kita dalam menyedia­kan tempat dan guru penga­jar,” imbuuh Arif.

Baca Juga:Tingkatkan Pelayanan, KPP Pratama Cianjur DiresmikanPemain Asing Asia Tengah Dipersiapkan

Untuk itu, lanjutnya, langkah strategis harus segera diambil untuk mempersiapkan bangsa ini dalam menghadapi bencana.

”Semoga forum kajian dan advokasi ini dapat menjadi langkah awal yang mampu menginspirasi banyak pihak untuk ambil bagian dalam upaya mitigasi bencana di tanah ini,” pungkasnya. (rls/ziz)

0 Komentar