Keren Adalah ”Obat untuk Segala Penyakit’’

Antusiasme Mahasiswa Ukraina Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia
BAGI ILMU: Prabowo Himawan saat mengajar bahasa Indonesia di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di KNU Taras Shevchenko
0 Komentar

DARI Kiev, Margaryta Buchkova memungut kata itu dari teman-temannya. Yang tinggal puluhan ribu kilometer jauhnya di Jakarta.

Jadilah kata itu semacam “obat untuk semua penyakit” dalam tiap perbincangan, terutama di ruang kuliah. Entah untuk baju teman yang bagus, gaya rambut yang lagi tren, atau presentasi yang tepat sasaran. Komentar gadis 18 tahun itu sama: keren!

”Saya punya grup WhatsApp dengan teman-teman saya di Jakarta,” kata mahasiswi Kyiv National University (KNU) of Taras Shevchenko itu tentang dari mana kata tersebut dia ketahui.

Baca Juga:Industri Jamu Butuh PembinaanPolisi Bakal Selidiki Pemicu Bencana

Teman-teman di Jakarta tersebut tak akan mungkin dia punya kalau saja Buchkova tak mendapatkan beasiswa Darmasiswa. Yang memberinya kesempatan belajar bahasa Indonesia di Universitas Ahmad Dahlan, Jogjakarta, selama setahun.

Bagi para maha­siswa Ukraina, belajar tari serta gamelan dan men­jajal baju tradis­ional meluaskan wawasan mereka tentang Indonesia. Berikut catatan penutup kontribu­tor Jawa Pos RICA S. WURYANIN­GRUM, dosen asal Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yang diperbantukan mengajar di sana.

Nah, dalam kurun waktu itu, dia juga berkesempatan men­gunjungi Jakarta dan beber­apa kota di Bali.

Beasiswa Darmasiswa ada­lah beasiswa yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri (PKLN), bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.

Lewat Darmasiswa, maha­siswa asing dari berbagai ne­gara berkesempatan mempela­jari bahasa, kesenian, musik, kuliner, dan kerajinan tangan khas Indonesia. Dibuka kali pertama pada 1974, program beasiswa Darmasiswa kini te­lah diikuti 5.719 mahasiswa asing yang berasal dari 83 ne­gara. Dengan melibatkan 54 universitas yang tergabung dalam kerja sama program itu di seluruh Indonesia.

Dan, beasiswa itu pula yang menjadi salah satu daya tarik bagi para mahasiswa Ukraina untuk belajar bahasa dan bu­daya Indonesia. Mereka bisa berkesempatan untuk belajar langsung ke negeri penutur asli.

Menurut Prabowo Himawan, kepala Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia di KNU of Taras Shevchenko, sejak dibuka lagi pada 2012, sudah ada 23 mahasiswa prodi yang dia pimpin itu yang mendapat beasiswa Darma­siswa. Kesempatan tersebut tentu saja sangat membantu para mahasiswa untuk lebih mengenal bahasa dan budaya Indonesia.

0 Komentar