oleh

Tetap Sekolah meski Kerja di Pabrik dan Pesantren

MUTU Pendidikan di Jawa Barat dipandang belum menggembirakan. Masih jauh dari standar yang diharapkan. Salah satu alasannya, kekurangan infrastruktur penunjang.

Alasan itu mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat menghadirkan program Sekolah Jabar Juara. Sebuah terobosan percepatan pembangunan pendidikan Jawa Barat. Mendukung visi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, agar masyarakat Jabar Juara Lahir Batin.

Sekolah Jabar Juara menjadi solusi masalah pendidikan klasik saat ini: jumlah peserta didik tak sebanding jumlah infrastruktur. Metode pembelajarannya mudah. Lulusan peserta didik SMP yang tidak sekolah karena bekerja, akan didatangi guru ke lokasi tempat siswa beraktivitas.

Tim Perumus Sekolah Jabar Juara Cucu Sukmana mengatakan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat konsen mendorong kemajuan pendidikan. Bahkan, pendidikan menjadi prioritas dalam inovasi 100 hari kinerja.

Menurut dia, data faktual di lapangan, banyak lulusan SMP yang belum tertampung. ”Kurang lebih 200 ribuan lulusan SMP yang belum tertampung. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar di tengah minimnya infrastruktur,” kata Cucu kepada Jabar Ekspres usai diskusi kelompok terpumpun tentang Sekolah Jabar Juara, di Mason Pane, Padalarang, kemarin (16/10).

Menurut Cucu, mengurai masalah pendidikan di tingkat Jawa Barat ini tidak hanya berbicara sistem. Tapi juga berkenaan dengan infrastruktur. Sebab, neraca pendidikan Jawa Barat masih timpang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga