Pangdam Kosasih: Iduladha Momentum Pengorbanan dan Kemanunggalan TNI-Rakyat

Pangdam Kosasih
Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih saat menyerahkan hewan kurban untuk keluarga besar Kodam dan masyarakat sekitar, Rabu (27/5/2026).
0 Komentar

BANDUNG – Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., mengajak seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya memanfaatkan momentum Iduladha 1447 H/2026 M untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta semangat pengorbanan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Kosasih seusai menjadi inspektur Salat Iduladha di Lapangan Serbaguna Serka Dedy Unadi Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh Nomor 69, Kota Bandung, Rabu (28/5/2026) pagi. Salat Iduladha berlangsung mulai pukul 06.30 WIB. KH. Muhammad Syihabudin Ersyad bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khutbahnya, ia menekankan dua ibadah utama di bulan Zulhijjah, yaitu haji dan kurban, sebagai wujud ketaatan dan kepedulian sosial. Kosasih hadir bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah III/Siliwangi Ny. Riri Kosasih. Turut hadir Kasdam III/Siliwangi beserta istri, Irdam III/Siliwangi beserta istri, para Asisten Kasdam, Pa Liaison TNI AL dan TNI AU, serta para Dansat/Kabalakdam.

Baca Juga:Tak Perlu Antre Lama, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat Antrean OnlineTragedi Pawai Persib: Edwin Senjaya Soroti Degradasi Moral Generasi Muda Bandung

Pada Iduladha tahun ini, Kodam III/Siliwangi menyiapkan 27 ekor hewan kurban yang terdiri dari 15 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Hewan-hewan tersebut merupakan titipan dari Pangdam, Gubernur Jawa Barat, pejabat Kodam, prajurit, dan ASN. Daging kurban dibagikan kepada keluarga besar Kodam dan masyarakat sekitar.

Setelah salat dan khutbah, Pangdam beserta jajaran melaksanakan silaturahmi dan meninjau hewan kurban di area Masjid Al-Ikhlas Kodam III/Siliwangi. Mayjen TNI Kosasih menegaskan, prajurit harus menginternalisasi nilai luhur Iduladha, terutama pengorbanan .“Melalui momentum ini, prajurit harus memegang teguh khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, makna berkurban tidak cukup hanya dengan menyembelih hewan, melainkan juga mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, ego, dan kepentingan pribadi demi bangsa, negara, dan rakyat. “Prajurit harus senantiasa berkurban, bukan hanya hewan. Yang terpenting adalah mengorbankan keegoisan dan kemauan sendiri demi terwujudnya TNI Manunggal dengan Rakyat,” tegas Kosasih.

Ia juga menekankan agar daging kurban diprioritaskan untuk masyarakat, sehingga kehadiran TNI benar-benar dirasakan manfaatnya. Seorang penerima daging kurban dari kalangan media mengapresiasi perhatian Kodam III/Siliwangi. Menurutnya, langkah ini semakin mempererat kedekatan TNI dengan masyarakat, termasuk insan pers.

0 Komentar