oleh

Tetap Sekolah meski Kerja di Pabrik dan Pesantren

”Sekolah Jabar Juara itu selain ada pembelajaran, tentu perlu ada komunikasi dan kontribusi dari masyarakat. Sebab, yang terlibat di sini akan menyentuh pesantren, perusahaan dan lain-lain,” tuturnya.

Menurut Nike, karena sudah berjalan satu tahun (pengembangan Sekolah Menengah Terbuka, Red), maka perlu banyak best practise pembelajaran Sekolah Jabar Juara. Sebab, tidak hanya bisa dilakukan oleh guru, tapi kiai pun bisa terlibat menjadi pengajar.

”Dan itu harus terekspose. Sebab, masih banyak masyarakat belum mengetahui Sekolah Menengah Terbuka,” ungkapnya.
Menurut dia, ada dua modul yang dilaksanakan dalam Sekolah Jabar Juara. Pertama, guru bisa datang ke sekolah atau via online. ”Khusus ujian, tetap dilaksakan oleh sekolah induk,” tegasnya.

Sementara itu, Tim Perumus Sekolah Jabar Juara Dr Sardin MSi mengatakan, secara ideologis memotivasi semua pihak yang terlibat di dunia pendidikan. ”Saya sangat mengapresiasi secara ideologi. Tinggal didorong tataran praktis,” kata Sardin.

Tataran praktis yang dimaksud, di antaranya masalah infrastruktur dan kurikulum. ”Apakah dua-duanya sudah mendukung atau belum untuk saat ini,” ucapnya.

Mendukung atau tidaknya program tersebut, kata dia, tidak lepas dari peran semua pihak untuk memperbaiki semua hal. Mulai dari kebijakan dan praktiknya di satuan pendidikan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga