BANJAR – Warga Neglasari melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD dan Kantor Wali Kota Banjar, Selasa (18/9/2018). Aksi untuk menuntuk seger adanya perbaikan jalan itu, bukan kali pertama mereka lakukan.
Sebelumnya mereka juga telah melakukan aksi serupa pada 20 Agustus 2018 ditempat sama.
Korlap Aksi, Joko Nurhidayat menyebutkan aksi kali ini untuk menagih janji dan pertanggung jawaban atas tuntutan warga terhadap Pemerintah Kota Banjar yang telah disampaikan pada 20 Agustus 2018 lalu. Saat itu dikatakan Joko, Pemkot Banjar berjanji akan segera memperbaiki jalan di Desa Neglasari dan merealisasikan tuntutan tersebut pada Tahun Anggaran 2018. Pernyataan sikap itu menurut Joko, ditandatangani oleh Wakil Walikota, Kadis PU dan juga Ketua DPRD Kota Banjar.
“Tapi sampai saat ini Pemerintah Kota Banjar hanya berjanji tanpa ada realisasi,” ujar Joko.
Baca Juga:Layla-Aiman Harumkan JabarGunakan Filosofi Kihajar Dewantara
Jalannya aksi sempat memanas karena warga memblokir jalan depan Kantor Walikota. Kondisi itu dipicu rasa kecewa karena adanya kabar Walikota Banjar tidak ada ditempat.
Namun, meski telah diwakili Asda 1 Kota Banjar Tomy, warga yang masih kecewa dengan jawaban Tomy malah mendirikan tenda.
“Itu karena kecewa atas jawaban dari pemerintah Kota Banjar yang diwakili oleh Asda 1 Kota Banjar Bapak Tomy, maka warga Masyarakat mendirikan tenda depan kantor walikota Banjar, agar bisa merealisasikan tuntutan warga Desa Neglasari,” sebutnya.
Menurut keterangan Joko masa yang bertahan akhirnya bubar setelah dipaksa pihak kepolisian. “Kamipun berjanji akan terus mengawal sampe tuntutan warga Desa Neglasari terealisasi,” tandasnya. (*/rls/mg3)
