BIOS Dorong Peningkatan Ekonomi Petani Kopi

“Selama ini penghasilan mereka hanya pada hasil panen biji kopi. Tapi dengan hasil riset kami, mereka (petani kopi) bisa juga mendapatkan penghasilan tambahan,” ucapnya.

Menurut Bagoes, penghasilan tambahan yang bisa didapat dari kopi di antaranya dari kulit biji kopi. Selama ini, kulit kopi jadi limbah. Atau hanya bisa dijadikan pupuk. Namun, ternyata dapat dijadikan teh. Selain itu, mereka bisa memelihara lebah yang selalu ada di kebun kopi yang bisa menghasilkan propolis dan madu.

RISKY ANGGIONO / JABAR EKSPRES
ANTUSIAS : Para peserta terlihat antusias menyimak workshop pembuatan sabun dari pemanfaatan ampas propolis dalam rangkaian acara Dari Kebun ke Kafe.

“Lebah ini bisa pula meningkatkan produktivitas kebun kopi. Itu juga yang menjadi alasan mengapa kita memulai penelitian kopi ini. Harapannya perekonomian petani kopi bisa meningkat,” jelasnya.

Bagoes berharap dengan hasil riset yang ditularkan kepada para petani kopi bisa membangun industri kopi yang lebih sinergis. Sebab sangat penting adanya “pemain” kopi duduk dalam satu tempat untuk saling bertukar pikiran dan informasi.

dari kebun ke kafe-workshop-barista-kopi-arjuna
RISKY ANGGIONO/ JABAR EKSPRES
RACIKAN KOPI: Seorang Barista Gepoktan Kopi Arjuna tengah menuangkan kopi ke dalam cangkir para peserta pada acara workshop Dari Kebun ke Kafe, Sabtu (15/9). Peserta juga mendapat pengetahuan cara meracik kopi dengan baik dan benar.

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan riset di tujuh desa yaitu lima di Sumatera Selatan dan dua di Jawa Barat. Kami ingin mereka bisa buka jaringan bangun pasar dan juga terinspirasi dari kemajuan yang lain,” imbuhnya.

Diakui Bagoes, meski memang keberhasilan secara ekonomi belum signifikan. Namun untuk keberhasilan mengimplementasikan dari apa yang sudah diberikan pihaknya sudah ada di beberapa daerah.

Bagoes menegaskan siap membantu para petani kopi seandainya pemasaran menjadi salah satu kendala. “Dengan pertemuan seperti ini mereka bisa membuka pasar sendiri. Bukan kita yang harus men-setting akhir pasar, menyetel pertemuan mereka, tapi dengan acara seperti ini, kita juga berharap bertambah pengetahuan dari kondisi masyarakat secara riil bukan hanya sekadar teori dan jika memungkinkan kita juga bisa jadi konsultan pemerintahan untuk longtime benefit,” tandasnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan