Akses Jalan Tak Kunjung Ada, Warga Cipatat Terus Tandu Pasien Saat Darurat

Viral seorang warga di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB harus ditandu karena keterbatasan akses jalan
Viral seorang warga di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, KBB harus ditandu karena keterbatasan akses jalan. Dok tangkapan layar video viral
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang perempuan sakit di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa ditandu warga menuju ambulans.

Ketiadaan jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat membuat pasien harus dibawa menggunakan tandu darurat sejauh ratusan meter sebelum mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut menjadi potret masih terbatasnya akses infrastruktur dasar di sebagian wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Rumah-Toko Sparepart Motor di Citeureup Bogor Ludes TerbakarPendampingan UKS di Ciawi, Disdikbud Tasikmalaya Dorong Sekolah Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter

Pasien bernama Rina Fitri Yulianti (39) itu terpaksa diusung warga pada Ahad (14/6/2026) pagi.

Dalam video yang beredar, sejumlah warga terlihat bergotong royong membawa pasien menggunakan tandu ambulans yang diikat dengan tali tambang dan bambu menyusuri jalan setapak menuju titik jemput ambulans di dekat Stasiun Sasaksaat.

Ketua RW 03 Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Setiawan, membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut dia, pasien sebelumnya menjalani operasi dan dijadwalkan menjalani kontrol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu mendatang.

“Harusnya Rabu besok kontrol, tapi karena jahitannya terbuka lagi akhirnya kemarin pagi harus dibawa kembali ke rumah sakit,” kata Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Karena ambulans tidak bisa menjangkau permukiman warga, kata Setiawan, pasien terpaksa dibawa menggunakan tandu menuju lokasi kendaraan yang diparkir di dekat stasiun.

“Ambulans memang tidak bisa masuk ke kampung kami. Jadi warga harus menandu pasien sampai ke lokasi ambulans. Jaraknya sekitar 500 meter lebih,” tambahnya.

Setiawan mengatakan kondisi tersebut bukan kejadian pertama. Selama akses jalan belum memadai, warga kerap bergotong royong membawa pasien darurat menggunakan tandu ketika membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga:Warung Sembako Jadi Kedok Peredaran Miras, Polisi Sita 110 Botol Alkohol di Dramaga BogorDiduga Sakit, Pria di Cileungsi Bogor Ditemukan Meninggal Dunia di dalam Kamar

“Ini bukan kejadian pertama. Kalau ada warga sakit parah atau ibu yang akan melahirkan, sering kali harus digotong karena ambulans tidak bisa masuk. Warga sudah lama mengusulkan akses jalan untuk kendaraan, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Mudah-mudahan ada solusi karena ini menyangkut keselamatan dan kebutuhan darurat masyarakat,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar