Misteri Munculnya Desa yang Sempat Tenggelam

bedungan jatigede
PJG FOR JABAR EKSPRES
BERDIRI: Dua orang bocah berdiri di bekas reruntuhan di area bendungan Jatigede yang kering.
0 Komentar

”Sekarang beras juga mesti beli, padahal dulu saya malah jual ke orang-orang. Sekarang kerja pun serabutan, kalau dibilang susah, ya susah banget hidup saya,” sambungnya dengan nada sedih.

Pria yang saat ini kuli serabutan di Pasar itu pun menyebutkan sempat mencoba peruntungan menjadi nelayan. Sayangnya, hal itu tak mudah seperti yang dibayangkan pemerintah. Terlebih, air di waduk Jatigede sering menyusut saat kemarau tiba.

Senada dikatakan Ade, dia menyebutkan surutnya air Jatigede memang sangat berpengaruh terutama bagi para pemancing. “Sekarang memang sedikit yang datang ke sini, mau lihat apa? Airnya juga surut,” jelasnya.

Baca Juga:Kebutuhan Rumah bagi Anggota Polisi Cukup TinggiPersib Fokus Hadapi Arema

Pengelola kawasan wisata Pesona Jatigede (PJG), Taufik Hidayat, mengku memang terkena imbas dari susutnya air Jatigede. Saat ini kawasan PJG yang diandalkan, sudah berubah jadi hamparan sawah. “Masyarakat sudah kembali menanam padi, mungkin lumayan sebelum kembali digenang,” kata Taufik.

Namun, dari sekian banyak narasumber Jabar Ekspres belum ada satupun yang memberikan penjelasan kenapa air di kawasan itu surut hingga lebih dari 13 meter. (*/ign)

0 Komentar