Para relawan itu datang dari latar belakang yang beragam. Mayoritas adalah ibu rumah tangga. Sebagian ada pula yang berprofesi dosen. Misalnya, Sinta Aryani, Revia Oktaviani, Frista Fitriany Ramadhanita, dan Haryati Setia Ardiwilaga.
Sampai saat ini, kegiatan tersebut dimotori Erna Kaniawati, PNS BPBI sekaligus ”ibu” bagi para relawan Abiyoso. ”Ibu (Erna) sering bawa makanan, itu yang bikin betah,” celetuk Widya, lantas tertawa.
Mereka mengaku bisa bertahan hingga sekarang karena menganggap kegiatan mengisi suara untuk kebutuhan tunanetra bukan beban. Melainkan, sedekah suara yang tujuannya murni beramal. Bukan mencari materi.
Baca Juga:Artotel Group Buka Hotel Baru Di BandungHadirkan Aneka Masakan Tatar Jawa
”Kami bisa bersama tunanetra menjelajah dunia lewat buku bicara,” kata Widya tentang motivasinya menjadi relawan Abiyoso.
Mereka juga merasa bangga ketika mendapat pujian dari tunanetra. Rasanya, kerja yang mereka lakukan punya arti. ”Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Yanti. (*/c10/ttg/ign)
