Tak Lama Pecah Rekor karena Jauh ke Masa Emas

Suryo Agung Wibowo
SURYO AGUNG WIBOWO FOR JABAR EKSPRES
TRIO JET: Sprinter tercepat tercepat Asia Tenggara Suryo Agung Wibowo, sprinter senior Fadlin dan Lalu Muhammad Zohri (kanan) foto bersama di Jakarta, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Suryo mengaku, tak ragu pada Zohri. Sebab, sebelumnya pernah mendampingi Zohri di Asian School Games 2017, di Singapura. Tahu persis teknik, performa hingga di mana letak keunggulan Zohri dibanding atlet lain. ”Yang paling bisa terlihat, dia lebih tinggi dari saya,” ungkap PNS di Kemenpora ini.

”Bahkan, sebelum berangkat ke Finlandia juga kami sempat ngobrol. Saya suruh dia fokus pada diri sendiri. Jangan pedulikan lintasan. Jangan dengar suara kanan-kiri,” paparnya.

Ayah dua orang anak ini mengungkapkan, fokus terkait dengan teknik dan faktor-faktor lain di lintasan. Sudah terbukti. Dulu, dia sempat dihadapkan dua pilihan; pendidikan atau berjuang di SEA Games 2009. ’’Pilihan saya tidak salah, karena saya bisa membawa pulang emas plus rekor SEA Games. Itu sekaligus sebagai pembuktian,’’ terangnya.

Baca Juga:Kembali Menggilas Kota Bandung8 Desa Sejahtera Mandiri Diwisuda Mensos

Saat itu, Suryo memang baru saja memasuki jenjang kuliah S-2 Jurusan Manajemen Olahraga Universitas Negeri Jakarta. Lantaran disibukkan training center (TC) SEA Games, dia harus mengulang dua mata kuliah. Sampai akhirnya lulus S-2. ’’Pendidikan juga penting sebagai penunjang setelah off dari atlet,’’ katanya.

Disinggung soal kesibukan saat ini, Suryo menyampaikan, selain mengabdi di Kemenpora, juga selalu menyempatkan diri menekuni hobi sepakbola. Sebelumnya, pernah juga fokus menjadi bagian dari tim Persikab, Kabupaten Bandung. Merumput satu musim tahun 2014. ”Wah kalau disuruh memilih, susah. Antara sepakbola dan lari, punya kepuasan masing-masing,” tegasnya.

Sepakbola menjadi bagian kesenangan Suryo. Bercengkerama bersama tim mengolah si kulit bundar. Ketika gol, jelas, dia pun merasa senang. ”Kalau di lari itu saya mendapat kepuasan. Dalam jangka waktu tertentu, fokus latihan, tinggalkan anak dan istri hingga akhirnya berhasil. Nah, di situ letak kepuasannya,” ungkap dia.

Suryo mengaku, memiliki tinggi 170 sentimeter. Dia menilai, Zohri memiliki tinggi lebih dari dirinya. Kalau pun sama, kata dia, pasti secara struktur akan berbeda. Dan itu sangat berpengaruh untuk sprinter di lintasan.

Dia mencontohkan, penulis dan Suryo sama-sama memiliki kecepatan 40 kilometer per jam dengan tinggi tubuh yang sama. Dia secara teknis, bisa menang tipis dari penulis jika panjang tungkai kaki lebih panjang. ”Logikanya, kalau mas melangkah 1,8 meter. Saya sudah dua meter, maka teknis saya menang. Selisih melangkah, frekuensi gerakan serta power itu saling berpengaruh untuk kemenangan,” tuturnya.

0 Komentar