”Kami sebelumnya berkomunikasi terkait spesies ikan tersebut, ternyata pak Wakil Wali Kota memelihara, akhirnya atas kesadaran sendiri, ikan tersebut diserahkan kepada kami. Nantinya akan kami gunakan sebagai objek edukasi bagi siswa sekolah yang akan rutin berkunjung ke Kantor BKIPM seminggu sekali,” katanya.
Ngatiyana pada kesempatan tersebut menyerahkan koleksi ikan berbahaya dan invasive miliknya yakni sebanyak 7 ekor ikan aligator, 7 ekor ikan piranha, dan 7 ekor ikan sapu-sapu.
Ngatiyana bercerita jika ia sudah memelihara ikan-ikan tersebut kurang lebih selama satu tahun. Ia mendapatkannya dari pedagang ikan yang entah legal atau ilegal.
Baca Juga:Aset Negara Rawan Digunakan BerpolitikPertahankan Kejayaan Local Food
”Dulu saya beli di pasar ikan, harganya juga cukup mahal. Untuk aligator itu per ekornya seharga Rp 2 juta, ikan piranha Rp 300 ribu,’’ Tandasnya. (ziz/yan)
