SOREANG – Ribuan tenaga pendidik, kependidikan di lingkungan Dinas pendidikan kabupaten Bandung merasa kecewa dengan ketelatan pembayaran gajih pokok yabg biasa mereka terima setiap awal bulan. Apalagi dengan diberlakukannya pembayaran gajih non tunai per January 2018, karena sebagian besar mereka belum memiliki Anjunan Tunai Mandiri (ATM) salah satu bank dareah yang telah melakukan Mou dengan pemerintah kabupatrn Bandung beberapa waktu lalu.
“Entah karena awal tahun atau karena diberlakukannya system non tunai,” kata salah satu tenaga pendidik kepada wartawan di Soreang, Rabu (3/12/2018).
Menurutnya beberapa waktu lalu pemerintah kabupaten Bandung khususnya Dinas Pendidikan melakukan MoU dengan salah satu bank, untuk menerapkan penggajian system non tunai. Dengan berjalannya waktu, sampai awal bulan January tahun 2018 belum menerima gaji. Sebab, masih ada yang belum memiliki ATM.
Baca Juga:BID Belum Memberikan Inovasi Desa TerbaikDede Berikan Perahu Fiber untuk Korban Banjir
“Tapi bagi yang sudah memiliki ATM juga, waktu ngecek di ATM uang gajinya belum ada masuk. Entah bagaimana,” katanya.
Dirinya bersama ribuan tenaga pendidik berharap kepada pemerintah melalui Dinas pendidikan, kalau mau memberlakukan system non tunai penggajian tenaga pendidik harus ditunjang dan dilengkapi terdahulu sarana prasana dan fasilitas pendukungnya.
“Seharusnya sebelum memberlakukan, sarana prasarana dan pasilitas systemnya harus sudah disiapkan. Sehingga tidak membuat bingung kami,” harapnya
Sementara itu, saat Jabar Ekspres mau konfitmasi ke Dinas pendisikan melalui kontak telpon genggam milik Dian Dihanudi kasubag Keuangan tidak bisa dihubungi karena sedang tidak aktif. (Rus)
