Belajar dan Berdonasi di Sekolah Anak Kali Citarum

Belajar dan Berdonasi di Sekolah Anak Kali Citarum
ANTON HADIYANTO/JAWA POS
BERMAIN DAN BELAJAR: Belasan anak kali Citarum saat mengikuti belajar gratis di Sekolah Anak Kali Citarum.
0 Komentar

”Meski sudah disediakan, beberapa anak sering tak datang. Entah karena malu, minder atau disuruh orangtua membantu pekerjaan,” sambungnya.

Tidak hanya sulit meyakinkan para siswa, kadang Budi pun mengaku, kesulitan dalam hal pembiayaan. Tapi, itu tak membuat dia mundur dari harapannya mencerdaskan anak-anak di wilayah Situ Cisanti.

”Sekolah ini berdiri sepenuhnya atas donasi. Saya juga jual CD (album music) dengan judul album Albun Anak Kali Citarum. Sebagian juga berasal dari sumbangan kawan-kawan Cilokers (fans Budi Cilok) yang membeli album itu,” urainya.

Baca Juga:Indonesia Terus Dorong Kemerdekaan PalestinaPerhelatan Jade Catat Rekor Dunia

”Siapapun bisa membeli album tersebut tanpa patokan harga. Benar-benar seikhlasnya sekaligus berdonasi,” sambungnya.

Kenapa lantas harus di Citarum, rupanya muncul dari histori Budi yang kerap bermain semasa kecil di Citarum.

Solois Budi Cilok yang mendapat julukan karena masa kecilnya selalu mencukur habis rambutnya (botak) itu memang sudah tertarik dengan musik. Bahkan pada kelas empat SD, dia memutuskan untuk tak lagi meneruskan sekolahnya dan memilih untuk mengamen di jalanan.

Banyak orang yang berpendapat bahwa warna suara Budi Cilok sangat mirip dengan musisi legendaris Iwan Fals, meskipun Budi memiliki karakternya sendiri. Tak heran karena ternyata, Budi Cilok merupakan penggemar berat pelantun Bento tersebut. bahkan Budi juga merupakan salah satu pendiri Oi Bandung (sebuah komunitas pecinta musik Iwan Fals) pada sekitar 1998.

Beberapa album sudah berhasil dirampungkan musisi yang hobi mengangkat tema lingkungan di setiap karya-karyanya. Sejumlah album itu di antaranya, Haru Hati (1998), Akar Rumput (2000) dan Sewajarnya (2012).

Di 2003, dia sempat merilis single berjudul Nyandung, berkat kerjasama dengan label Keci Musik Jakarta dan menjalankan project bersama band Teatrikan di 2014. (*/rie)

0 Komentar