jabarekspres.com, BANDUNG – Faizal mendeklarasikan diri untuk mengikuti perhelatan Pilkada Serentak Kota Bandung 2018, sebagai Bakal Calon Wali Kota Bandung.
Kang Faizal, demikian dia disapa mengaku optimitis dapat bersaing dengan kandidat calon wali kota/wakil wali kota Bandung lainnya. ”Insya Allah saya punya modal sosial dan politik yang bisa saya hibahkan untuk kemajuan kota ini,” kata Kang Faizal ditemui Boa Boa Kafe Jalan Buahbatu Kota Bandung kemarin (10/11).
Pria pehobi motor gede ini menyebutkan dirinya maju pada politik praktis bukan tanpa perhitungan yang matang. “Maju bukan tanpa perhitungan, namun bermodalkan banyaknya menjabat dan menjadi anggota dibeberapa organisasl kemasyarakatan, kepengurusan di organisasi pengusaha, dan hobi,” jelasnya.
Baca Juga:Isi Pembangunan Lebih Kreatif dan InovatifNilai Kepahlawanan Harus Terus Tertanam
Sementara modal politik yang dimilikinya adalah dukungan dari partai politik dan lingkungan keluarga yang telah berkiprah cukup lama berkecimpung di organisasi politik dan pemerintahan. ”Alhamdulilah setelah saya melakukan silaturahmi beberapa tokoh di Kota Bandung. Mereka dengan tulus mendukung niat tulus saya ini, bahkan siap memberikan dukungan dalam mengikuti pllkada kota Bandung tahun depan.” ucapnya.
Mendapat dorongan tersebut, menambah keyakinan untuk terjun dalam kancah pilkada semakin bulat. ”Berawal dari kegelisahan hati, harapan, serta mimpi-mimpi yang ingin saya wujudkan demi kemajuan kota kelahiran saya, yang saya cintai ini.”
”Bersamaan dengan semangat Hari Pahlawan yang kita peringati pada hari ini (kemarin, Red.) menginspirasi saya mendeklarasikan diri maju dalam Pilkada Bandung 2018 mendatang.” tandasnya
Sebagai bakal calon yang sudah siap, selain memiliki modal sosial dan politik Kang Faizal memiliki modal pribadi yang tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Figur kang Faizal yang muda, cerdas, berani, jujur, dan tegas menjadi modal penting dan menjadi syarat dalam pemimpin pemerintahan. ”Merealisasikan itu semua, menurut saya salah satunya masuk ke dalam pemerintahan.” jelasnya.
Hal lain yang bisa menjadi faktor penentu persaingan adalah soal keahlian dan kemampuan manajerial. Ini sebut dia, sangat relevan dalam tata kelola pemerintahan, terutama dalam sinergi birokrasi. Esensinya membangun sinergi birokrasi untuk melayani masyarakat Bandung lebih baik lagi. Kemampuan lain adalah menyelenggarakan penataan wilayah perkotaan. ”Perusahaan saya kan bergerak dalam penataan perkotaan. Jadi dengan demikian saya memahami bagaimana membangun infrastruktur, drainase, sanitasi, dan fasilitas penunjang lain,” tambah dia.
