Sinden Inggris yang Bantu Usir Stres Narapidana dengan Gamelan

Cathy Eastburn - sinden inggris
DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO
MULAI FASIH: Kelompok gamelan asal London, Inggris, Siswa Sukra tampil di Pendhapa ISI Surakarta, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

Ketika Good Vibrations sudah berjalan dengan baik, Cathy memutuskan mundur dari jabatan direktur tiga tahun lalu. Dia merasa perannya sudah bisa digantikan teman-teman lainnya. Cathy memilih memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan Good Vibrations.

Dia kini lebih kerap menghabiskan waktu untuk menjadi bagian dari kelompok gamelan Siswa Sukra. Setelah menguasai gamelan, Cathy mulai melirik posisi sinden.

Ketertarikan Cathy menjadi sinden berawal dari perkenalannya dengan seorang pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan kuliah di London pada 2002. Dari pelajar Indonesia itu Cathy belajar seluk-beluk sinden. Sejak dikenalkan pada kegiatan nyinden, Cathy kembali jatuh cinta. Padahal, dia sama sekali tidak menguasai bahasa Jawa yang menjadi modal untuk nyinden.

Baca Juga:Di Bandung Tinggal Delapan Unit OfflineKemarau, BPBD Siapkan Bantuan Air Bersih

Cathy juga mengaku tidak punya pengalaman jadi penyanyi. Itu juga yang membuatnya kesulitan saat nyinden. Bahkan hingga sekarang. ”Saya tidak bisa bahasa Jawa. Tapi, saya (mau) belajar. Belajar cara pengucapannya dan artinya. Susah sekali. Terutama untuk pelafalannya,” cerita dia.

Kegigihan untuk belajar membuat Cathy mantap menjadi sinden. Meskipun itu bukanlah hal yang mudah. Masih sangat minimnya sinden di London membuat Cathy makin bersemangat mempelajari nyinden. ”Di London banyak orang bermain gendang dan instrumen lainnya. Tapi tidak menjadi sinden. Karena itu, saya mau jadi sinden,” tegasnya. (*/c9/oki/rie)

0 Komentar