Mantan Penasihat KPK Buka Perpustakaan Pribadi untuk Umum

seminar
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BUKA PERPUSTAKAAN: Ekonom UII dan mantan Penasihat KPK, Suwarsono Muhammad (saat menjadi pembicara dalam seminar, baru-baru ini.
0 Komentar

Rencananya, setelah Lebaran, Suwarsono mempekerjakan seorang karyawan untuk menunggui perpustakaan tersebut. Sekaligus mendata ulang buku-buku koleksinya.

Suwarsono juga sudah merancang seri diskusi tentang pasang naik peradaban Tiongkok dan apa yang akan terjadi pada Barat. Juga tentunya terkait peradaban Islam yang penuh ketidakpastian. ”Secara berkala akan saya terbitkan work paper (semacam jurnal kecil, Red). Dan setiap tahun akan ada indeks peradaban,” jelas Suwarsono yang akan membiayai semuanya sendiri.

Selain ribuan buku di perpustakaan yang sebagian besar berbahasa Inggris, ahli strategi dan penyehatan organisasi itu memperkirakan masih ada ratusan lainnya di rumah. Yang ada di perpustakaan sebagian besar berbahasa Inggris.

Baca Juga:MK Permudah Syarat Calon PerseoranganHarga Sayur dan Cabai Melandai

Suwarsono sendiri yang merawat semua buku tersebut. Tak cuma rutin membersihkan, dia juga membentenginya dengan kamper untuk menghindari serbuan rayap.

Buku-buku di perpustakaan Suwarsono diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Pertama tentang ekonomi dan krisis, politik dan pemerintahan, sosiologi, serta kependudukan. Yang kedua tentang peradaban Barat dan Islam. Serta yang ketiga tentang manajemen strategi dan strategi penyehatan organisasi.

Semua dikumpulkan dalam waktu kurang lebih 30 tahun. Banyak di antaranya yang dibelinya semasa kuliah di Amerika. Tak heran, ketika pulang ke Indonesia, mayoritas bawaannya adalah pustaka.

Sebagian adalah buku-buku klasik dan langka yang tidak akan bisa didapatkan di toko buku di Indonesia. Misalnya buku-buku tentang sosialisme dan ideologi lain. ”Mungkin karena  dosen, saya bisa membawa semua buku yang saya koleksi. Meski saat itu zaman Orde Baru hehehe,” katanya.

Buku-buku tentang peradaban Islam juga cukup lengkap. Misalnya buku tentang Nabi Muhammad, ada 40 judul. Sebagian besar terbitan Timur Tengah. ”Selama ini orang bilang Nabi Muhammad meninggal dalam keadaan miskin. Tapi, dari berbagai literatur yang saya baca, ternyata tidak seperti itu,” ungkap penulis buku Ekonomi Politik: Peradaban Islam Klasik tersebut.

Hingga saat ini Suwarsono masih hobi membeli buku. Setiap ada teman yang ke luar negeri, dia memberikan catatan judul buku dan menitipkan uang untuk dibelikan buku. Kadang-kadang dia juga membeli secara online di Amazone. ”Alhamdulillah, dari dulu sampai sekarang istri tidak pernah protes kalau saya banyak beli buku,” ucap penulis buku-buku strategi dan peradaban itu. (*/c9/ttg/rie)

0 Komentar