Bus Tak Laik Jalan, Wisata Berubah Horor untuk Mantan Petugas KPPS

jabarekspres.com, CIANJUR – Korban kecelakaan maut antaran bus dengan empat mobil dan lima sepeda motor di Ciloto, ternyata sudah merasakan ada kejanggalan kondisi bus sejak awal keberangkatan. Indikatornya, bus dalam kondisi tak laik jalan.

Jhonson Naenggolan, 40, salah seorang penumpang bus mengungkapkan, ketika awal keberangkatan dari Kebayoran Lama Jakarta Selatan, dia sudah tidak nyaman dengan kondisi bus yang dia dan temannya tumpangi.

RADAR CIANJUR RINGSEK: Salah satu mobil yang ditabrak Bus Kitrans di Jalan Raya Puncak Desa Ciloto, Cianjur, kemarin.
RADAR CIANJUR
RINGSEK: Salah satu mobil yang ditabrak Bus Kitrans di Jalan Raya Puncak Desa Ciloto, Cianjur, kemarin.

”Dari awal memang sudah ragu. Busnya tidak nyaman, kondisinya juga kurang bagus,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Cimacan, kemarin (1/5).

Meski khawatir, dia berusaha berpikir positif. Yang dia rasakan, perjalanan dari Jakarta ke Puncak bus bisa berjalan dengan aman. Tapi, kejanggalan mulai terjadi saat memasuki kawasan Cianjur. ”Bus tampak kesulitan untuk naik,” kata dia.

Jhonson mengaku, pesimistis bus bisa tetap maju. Meski secara perlahan, akhirnya bus bisa melewati tanjangan dan masuk ke kawasan Cianjur. ”Bus yang saya naiki itu naiknya perlahan sekali. Seperti tidak akan bisa naik,” katanya lagi.

Setelah melewati tanjakan, bus kemudian melalui turunan ke Cianjur. Saat melintasi PJR Polda Jabar, sopir mulai terlihat resah dan melaju tidak seperti di awal. Saat ditanya penumpang paling depan, sopir mengatakan jika remnya blong.

Selama beberapa menit atau 500 meter sebelum titik tabrakan, dia yang berada di bangku kedua dari depan dan penumpang lainnya berupaya memberitahu sopir untuk melakukan berbagai cara supaya kecepatan bus bisa dikurangi dan menepi.

”Sudah saya bilang mainin kopling dan gigi, tapi katanya tidak bisa. Busnya melaju cepat di jalan menurun,” urainya.

Melihat kondisi bus yang tidak bisa berhenti, dia dan temannya menyuruh penumpang untuk pindah ke bagian belakang. Tidak lama kemudian, bus menabrak beberapa kendaraan dan jatuh ke jurang setinggi 15 meter.

”Tahu-tahu sudah terjatuh saja, soalnya yang di dalam bus semuanya panik. Begitu jatuh posisinya miring ke kiri. Beruntung ada warga di sana yang segera menyelamatkan, kalau tidak, saya juga sudah mati tertimpa muatan dan penumpang lainnya di atas saya,” ungkapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan