Di Terminal Laladon, para sopir ojek online yang kesal turun dari motor dan mengambil bambu serta batu di tepi jalan. Dua angkot pun rusak akibat kemarahan para pengemudi ojek online.
Dayat, 33, salah satu pengemudi ojek online mengaku saat melintas dilempar botol kaca. Ulah supir angkot itu membuat ratusan masa ojek online mengamuk.
Pengemudi ojek online lainnya, Taufik, mengatakan aksi tersebut bukan merupakan sweeping balasan terhadap angkot. Mewakili ratusan rekan lainnya, ojek online sepakat tidak berbuat onar ataupun merusak fasilitas umum.
Baca Juga:Persib Pastikan Pakai GBLA di Liga 1Persib Ditawari Bekas Striker Arsenal
Seharusnya, kata dia, para sopir angkot menyalurkan aspirasi ke perusahaan. Sebab, ojek online adalah karyawan yang juga bekerja mencari nafkah. ”Intinya kita ingin kerjaan kita aman. Kasian anak istri yang di rumah was-was kalau enggak narik (beroperasi) mau dikasih makan apa,” kata Taufik.
Di Terminal Laladon, Dhani, 55, salah satu sopir yang dituakan sempat meredam aksi tersebut. Dhani menyebut alasan aksi para sopir yang geram lantaran ojek online nekat beroperasi.
Mewakili para sopir angkot, Dhani menginginkan agar sementara para ojek online tidak beroprasi sesuai keputusan pemerintah pusat. Terlebih kata dia, pemerintah daerah belum mengeluarkam kebijakan pasti. ”Kami menuntut supaya ojek online jangan beroperasi dulu. Kami pengemudi keberatan,” imbuhnya.
Dhani mengaku, para sopir mendapat informasi kalau ojek online diblokir sementara. ”Kita kasih tahu mereka (ojek online), tapi mereka tambah banyak dan melawan,” jelasnya.
Menurut Dhani, sejak ada transportasi ojek online pendapatan para sopir turun drastis menurun hingga 70 persen. Seharinya para sopir menyetor Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. ”Sebelum ada ojek online dapat Rp 70 ribu sampai Rp 100 ribu. Sekarang cuma bawa pulang Rp 20 ribu belum setoran. Kalau segitu kadang buat keluarga kita saja tidak cukup,” akunya.
Di tempat terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota Kompol Condro Sasongko mengatakan dalam bentrokan tersebut pihaknya menangkap lima pelaku. ”Pelaku merupakan sopir angkot yang kedapatan membawa senjata tajam dan diduga memprovokasi melakukan penyerangan,” kata Condro.
