’’Dengan temuan BMKT ini pula, kami bisa mengatakan bahwa Natuna zaman dulu merupakan titik perdagangan penting di Asia, bukan Singapura,’’ jelasnya.
Eko menegaskan, benda-benda kuno bernilai sangat tinggi tersebut harus dijaga dari tangan-tangan tak bertanggung jawab, yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dan mengorbankan kepentingan negara. Karena itu, tim BMKT telah mengajukan situs-situs bersejarah menjadi taman arkeologi maritim.
Ke depan trio peneliti tersebut terus melakukan identifikasi harta karun di laut Indonesia. Baik di situs yang baru ditemukan maupun yang sudah lama ada. Meski, itu tidak mudah. Apalagi, banyak warga lokal yang salah mengerti dengan niat mereka.
Baca Juga:Kemendikbud Turunkan Tim InvestigasiVaksin Meningitis CHJ Ditarik Bayar
’’Kami pernah ditodong parang saat bermaksud melakukan penelitian di Natuna. Tapi, ancaman nyawa tersebut tidak ada artinya begitu kami menyelam sampai kedalaman 40 meter dan menemukan harta karun yang bernilai tinggi di situs bersejarah itu,’’ tandas Rainer. (*/c5/c10/ari/rie)
