“Saya menghimbau kepada masyarakat korban bencana untuk tidak membuat posko sendiri agar penyaluran logistik lebih mudah,” lanjutnya.
Dadang pun memberikan apresiasi atas kinerja dan kesiapan BPBD Kabupaten Bandung bekerjasama dengan para relawan kebencanaan selama ini yang mendapat respon dan apresiasi dari masyarakat, namun sosialisasi harus tetap dilakukan melalui forum camat.
“BPBD cukup siap menghadapi berbagai bencana rutin tahunan maupun bencana tiba-tiba yang setiap saat bisa terjadi,” kata Dadang Naser.
Baca Juga:BKPP Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas ASN“Banjir, Kami Masih Bisa Tenang”
Mengenai dana on call (dana cadangan) sejumlah sekitar 15 Milyar menurut Dadang, terbatas pada darurat bencana, menyelamatkan manusianya di pengungsian, logistik dan dapur umum, tetapi tidak bisa ditindaklanjuti untuk kegiatan fisik.
“Misal korban angin puting beliung yang rumahnya rusak tidak bisa mendapatkan dana ini, namun Pemerintah Kabupaten Bandung akan membantu membangunkan kembali rumahnya dengan gerakan Sabilulungan,” pungkasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tata mengatakan bagi masyarakat yang ingin mengetahui atau berkoordinasi mengenai kebencanaan di wilayah Kabupaten Bandung. “BPBD Kabupaten Bandung menyediakan layanan hot line, yaitu 081214284944 untuk SMS center, dan 022-85872591 untuk Call center,” tegas Tata. (gun/ign)