Siaga Bencana, BPBD “On Call”

0 Komentar

bandungekspres.co.id, SOREANG – Berdasarkan laporan dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Kabupaten Bandung seminggu ke depan intensitasnya akan naik.

Menyikapi hal itu Pemkab Bandung melakukan berbagai persiapan di Markas Komando (Mako) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

“Kami mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke mako BPBD Kabupaten Bandung untuk memastikan kesiapan perlengkapan maupun logistik untuk mengantisipasi kejadian-kejadian ekstrim yang ada di sini,” kata Bupati Bandung, Dadang M Naser saat inpeksi mendadak (Sidak) ke Mako BPBD, kemarin (2/3).

Baca Juga:BKPP Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas ASN“Banjir, Kami Masih Bisa Tenang”

Sebut dia dari hasil sidak tersebut, dia menyebutkan perlengkapan, maupun logistik yang telah disiapkan BPBD Kabupaten Bandung sudah memadai. Jumlah personil di BPBD ada 60 orang dan relawan di tiap kecamatan ada 5 orang.  ”Relawan-relawan kebencanaan di daerah-daerah sangat diperlukan,” tambah Dadang.

Meski tidak bisa dikatakan ideal, para personel di BPBD Kabupaten Bandung mengaku telah siaga, profesional dengan keikhlasan dan kesigapan, kerja keras, kerja cerdas dan koordinasi dengan berbagai komunitas peduli bencana alam yang ada di Kabupaten Bandung.

Terlihat di mako BPBD pun ada sekira 30 personel yang berjaga, 1 unit escavator, perahu karet, motor dan mobil rescue, mobil dapur umum, WC mobile. Logistik seperti family kit, terpal, selimut, cangkul, sekop, karung, tikar lipat, tikar plastik, selimut, matras, paket kesehatan keluarga, kids ware, masker, air mineral dan makanan siap saji juga sudah dipersiapkan.

“Logistik dan peralatan ini nantinya akan dikirimkan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing daerah yang rawan bencana, ada Protap dan SOP nya,” jelas Dadang

Untuk wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot disiapkan 20 personil yang selalu stand by, 3 buah perahu karet, 3 unit sepeda motor, 3 unit mobil Rescue dan Dapur Umum, semua disiapkan di Baleendah.

Posko posko pengungsian sudah disiapkan, untuk wilayah Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang yaitu di Gedung Inkanas. Fokus pembersihan saluran air di wilayah ini juga tengah dilakukan. Bekerjasama pula dengan Dinas Sosial untuk penyaluran logistik, 500 jiwa 215 KK di beberapa titik pengungsian.

Toilet, tangki air bersih, akan mudah disalurkan jika masyarakat tidak membuat posko pengungsian sendiri-sendiri. Jika masyarakat korban bencana semua berada di posko-posko pengungsian yang disediakan Pemerintah maka masyarakat diupayakan terlayani baik air bersihnya, obat-obatannya, maupun bahan makanannya.

0 Komentar