’’Sistem logistik yang belum berkeadilan, membuat masyarakat yang pendapatannya rendah justru membayar harga komoditas yang tinggi. Sedangkan masyarakat perkotaan dengan pendapatan tinggi bisa memperoleh harga komoditi lebih murah,’’ tegas Gilarsi.
Lebih lanjut Gilarsi menambahkan, Pos Indonesia saat ini memiliki jaringan lebih dati 4.800 kantor pos, 73 persen berada di daerah pedesaan. Hal tersebut tentu saja sangat memungkinkan bagi Pos Indonesia melalui pemanfaatan infrastruktur dan SDM yang tersebar, serta dukungan pemerintah berperan menjadi salah satu backbone logistik nasional.
’’Untuk meningkatkan kecepatan pengiriman dan mengurangi biaya pengiriman. Serta perlunya revitalisasi, restrukturisasi dan modernisasi tentu PT Pos Indonesia (Persero) sebagai penyedia jasa pos nasional,’’ pungkasnya. (dn/fik)
