Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali melakukan pencarian korban terbakarnya Kapal Zahro Express yang masih diduga hilang di antara perairan Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.
Selasa pagi (3/1) Basarnas memulai pencariannya dengan menerjunkan 20 penyelam yang disebar dari beberapa lokasi. Di antaranya dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara dan Pelabuhan Kalijapat, Ancol.
”Saya tambahkan penyelam lima lagi. Jadi, dari yang kemarin 15 menjadi 20, dengan sektor pencarian yang masih sama,” kata Kabaghumas Basarnas, Marsudi.
Baca Juga:Ratusan PNS Bolos Apel PagiAwal Tahun Pelayanan Harus Maksimal
Hingga pukul 16.00 Tim Basarnas pun belum menemukan jasad 17 orang yang hilang di perairan Kepulauan Seribu. Sementara, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mendalami kelebihan beban listrik AC yang ada di dalam KM Zahro.
”Kami sedang dalami perhitungan beban listrik AC kapal,” kata Ketua Tim Investigasi Pelayaran Zahro Express Aldrin Dalimunte saat dikonfirmasi.
Penyelidikan sementara, KNKT menghitung besar daya listrik yang digunakan untuk menjalankan AC kapal. Penghitungan juga akan dikaitkan dengan penggunaan satu mesin merek Nissan dengan kekuatan 500 Mph. Mesin tersebut juga digunakan sebagai power suplai untuk pendingin ruangan kapal. ”Harus ada perhitungan lebih dalam lagi dari kapasitas genset atau dayanya,” ujar Aldrin.
KNKT, lanjut Aldrin, sudah mengantongi data cetak biru pembuatan KM Zahro Express. Tim akan menelusuri penggunaan AC kapal, apakah telah tersertifikasi dari awal atau baru-baru ini. ”Pertanyaanya, apakah AC ini fasilitas tambahan atau tersertifikasi dari awal? Kami perlu selidiki,” jelasnya.
Sementara itu, sebanyak lima jenazah korban terbakarnya KM Zahro Express kembali teridentifikasi. Korban tersebut bernama Yeti Herawati, 43; Naswa Sarwa 11; Muhammad Bunyamin, 43; Muhammad Nurdin, 40; dan Otih Sugiatih, 42. Sedangkan, 12 jenazah lainnya masih kerap dilakukan pemeriksaan.
Mereka (korban, Red) teridentifikasi melalui pemeriksaan sekunder dan primer. Termasuk memeriksa perhiasan serta anggota tubuh yang dimiliki oleh korban.
Informasi tersebut diberikan dari pihak keluarga masing – masing. Kebanyakan jenazah korban teridentifikasi melalui pencocokan gigi.
Baca Juga:Pogba Bisa Capai Level MessiLuncurkan Kartu Subsidi Gas
”Kami mengetahui kelima jasad ini melalu, pemeriksaan pada gigi korban, dan diperjelas dengan perhiasan yang ditemukan pada korban,” kata Kapusdokkes Mabes Polri, Brigjen Arthur Tampi, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, kemarin (3/1).
