Dadang menjelaskan bahwa Piagam Madinah sendiri dapat dimaknai sebagai symbol saat nabi mempersatukan antara golongan Yahudi dan Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan Bani Quraidah. Dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah, sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas.
Lebih lanjut Dadang mengungkapkan FKUB dan tokoh agama juga harus menumbuhkan hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya masing-masing dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
”Kepada para tokoh agama dan FKUB, mari lakukan upaya bersama dalam menciptakan masyarakat Kabupaten Bandung yang damai. Bagaimana mempertahankan keimanan, menjaga akidah umat dari segala goncangan,” ucapnya.
Baca Juga:Banjir, KBM SD di PengungsianPejabat Harus Melayani Masyarakat dengan Baik
Pada kesempatan yang sama, Dadang menjelaskan dengan tuntunan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW pun berhasil melaksanakan misi risalah yang diamanahkan kepadanya. Setelah melalui perjalanan dakwah dan jihad selama kurang lebih 23 tahun dengan berbagai macam rintangan dan hambatan yang menimpa Rasulullah SAW. ”Beliau berhasil mengeluarkan ummat dan mengantarkan bangsa Arab dari penyembahan makhluk menuju kepada penyembahan Rabb-nya makhluk, dari kezaliman jahiliyah menuju keadilan Islam,” terang dia.
Tetapi sebut dia, setelah meninggalnya Rasulullah SAW terjadi berbagai macam penyimpangan dan penyelewengan dalam ajarannya. Orang-orang munafik atau orang-orang bodoh memasukan ke dalam agama Islam apa yang bukan menjadi ajarannya.
”Alhamdulillah Allah tidak membiarkan begitu saja penyelewangan atau dalam istilah agama disebut bid’ah ini. Allah selalu menyiapkan ulama-ulama Rabbaniyyun di setiap masa yang menjelaskan dan mengajarkan kepada umat ajaran Islam yang murni seperti yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Para ulama tersebut adalah benteng-benteng Islam yang menjaganya dari berbagai serangan musuh,” pungkasnya. (gun)
