oleh

Kampanyekan Batik untuk Pakaian Informal

”Diharapkan proses atau kegiatan melestarikan batik sendiri tidak hanya sebagai agenda saja, tetapi diaplikasikan. Selain itu, batik ini harus dijadikan fashion di kalangan remaja, serta tentunya mereka lebih cinta terhadap batik,” ucapnya.

Salah satu pengisi acara dari Paguyuban Mojang Jajaka Bandung Nadia Hafizha mengaku bangga bisa ikut kontribusi. Meskipun peserta tidak terlalu banyak, namun, tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas. ”Sebenaranya tidak terlalu banyak (peserta yang hadir), tapi mereka sangat antusias,” kata Nadia.

Baca Juga:  Semakin Cetar, Utang Pemerintah Tembus Rp6.444 Triliun

”Tidak masalah sedikit, yang penting teredukasi dengan benar,” lanjutnya.

Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung, kata dia, memang berinisiatif untuk ikut serta dalam acara ini. Upaya untuk merangkul dan mengkampanyekan batik, serta menghidupkan kembali fashion batik dianggap satu visi dengan mereka. Sehingga mereka dengan senang hati berpartisipasi dalam acara tersebut.

Dirinya berharap, masyarakat mau mengangkat kembali batik sebagai identitas budaya. Senada dengan Yudha, Nadia pun menginginkan batik ini menjadi fashion masyarakat. Dan masyarakat mau memakainya sehari-hari. Tidak hanya pesta, namun saat kuliah, jalan-jalan, dan lain sebagainya. (gungun-job/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga