bandungekspres.co.id, SINDANGKERTA – Untuk pertama kalinya, Rumah Pengolahan Teh berdiri di di Kampung Citunjang RT 01 RW 04, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, kemarin (24/10). Tempat tersebut sebagai satu-satunya tempay pengelolaan teh di Bandung Barat.
Sebagai simbolis, Bupati Bandung Barat Abubakar langsung meresmikan tempat tersebut. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bandung Barat Elin Abubakar dan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bandung Barat Weti Lembanawati.
Abubakar menyatakan, berdirinya Rumah Pengolahan Teh memberikan ruang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil pertanian teh. ”Para petani tidak perlu lagi memasarkan hasil teh ke Ciwidey, tapi bisa dikelola langsung di rumah ini,” kata Abubakar.
Baca Juga:Tol Cigatas Terancam DitundaASN Akan Berkurang Tahun 2017
Apalagi, lanjut dia, teh merupakan komoditas unggul di Desa Mekarwangi. Terdapat dua desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung dan keduanya memiliki lahan potensial penghasil teh hijau unggulan.
Tercatat 480 hektare lahan pertanian teh di Desa Mekarwangi dan 250 hektare di Desa Weninggalih. Selama ini, kata dia, hasil pertanian teh dikelola di Ciwidey lantaran jarak yang paling dekat.
”Potensi sekali hasil teh di dua desa ini. Kita harapkan bisa jauh lebih maju dengan hadirnya rumah ini,” ujarnya.
Petani akan diuntungkan dengan jarak penjualan dan pengelolaan yang tidak terlalu jauh. Sehingga, hal ini sebagai salah satu untuk mengurangi biaya akomodasi. Bahkan, langkah yang diinisiasi swasta bekerjasama dengan pemerintah daerah ini sebagai upaya membangun ekonomi petani teh di Kabupaten Bandung Barat.
”Sebelumnya model pengelolaan petani itu budidaya, tapi sekarang meningkat jadi pengolahan,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abubakar berpesan agar para petani dapat memanfaatkan rumah tersebut untuk dikelola sebaik mungkin. ”Apa yang menjadi harapan pemerintah maupun swasta bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur PT Sentra Bintang Sejahtera Rahman Arifin menjelaskan, dengan berdirinya rumah pengolahan teh ini mampu memproduksi teh kering siap jual 15-20 ton perhari. Selain itu, untuk pekerja mampu menyerap 30 orang tenaga kerja.
Baca Juga:Dokter Candora A. Tambunan, Komit Melayani dalam KeterbatasanPenutupan Berlangsung Khidmat, Peparnas XV Serukan Kesetaraan Hak
”Kita inginkan dengan berdirinya rumah pengolahan teh ini membantu para petani teh. Mereka tidak harus jauh ke lokasi lain karena sudah berdiri rumah pengolahan teh,” paparnya.
