Pemkot Bandung Targetkan Alun-alun dan Babakan Siliwangi Dibuka Akhir Januari Setelah Penyempurnaan Fasilitas

Pemkot Bandung Targetkan Alun-alun dan Babakan Siliwangi Dibuka Akhir Januari Setelah Penyempurnaan Fasilitas
Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung akan melanjutkan revitalisasi hutan kota Babakan Siliwangi meliputi perbaikan beberapa fasilitas termasuk forest walk. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menargetkan pembukaan kembali Alun-alun Bandung dan hutan kota Babakan Siliwangi pada akhir Januari 2026.

Kedua ruang publik andalan warga tersebut hingga kini masih ditutup meskipun proses revitalisasi secara umum telah dinyatakan rampung. Penutupan sementara dilakukan lantaran masih ditemukan sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung.

Di kawasan Alun-alun Bandung, beberapa guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas dilaporkan terlepas dan belum terpasang dengan sempurna.

Baca Juga:Evaluasi Kapasitas, Pemkot Bandung Tutup Sementara Baksil dan Alun-alun Fasilitas dan Akses Disabilitas Ditata Ulang, Alun-alun Bandung Dibuka Desember Ini!

Sementara itu, di hutan kota Babakan Siliwangi, khususnya pada area forest walk bagian belakang, masih terdapat lantai jalur yang berlubang.

Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus, mengatakan bahwa perbaikan saat ini tengah difokuskan pada bagian-bagian tersebut agar tidak membahayakan masyarakat. Ia menyebut, waktu yang dibutuhkan untuk penyempurnaan fasilitas relatif singkat.

“Targetnya sekitar dua minggu lagi sudah bisa dibuka. Untuk Alun-alun Bandung perbaikannya hanya di jalur pejalan kaki dan guiding block saja,” ujar Luthfi, Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, penanganan di hutan kota Babakan Siliwangi menjadi perhatian serius setelah adanya insiden seorang pengunjung yang sempat terperosok akibat kerusakan di jalur forest walk. Peristiwa tersebut menjadi alasan Pemkot Bandung memilih menutup sementara kawasan tersebut hingga perbaikan benar-benar tuntas.

Luthfi menambahkan, pembukaan kembali Alun-alun Bandung direncanakan akan dilakukan secara bersamaan dengan dibukanya hutan kota Babakan Siliwangi. Namun demikian, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Bandung terkait teknis dan waktu pelaksanaannya.

“Rencananya nanti dibuka barengan dengan Baksil. Kami masih menunggu instruksi dari Pak Wali, seperti apa konsep dan waktunya,” katanya.

Pemkot Bandung berharap, setelah seluruh proses perbaikan selesai, kedua ruang terbuka hijau tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi, olahraga, hingga ruang interaksi sosial.

Baca Juga:Pemkot Bandung Buka Kembali Babakan Siliwangi Usai Revitalisasi Rp3 MiliarPemkot Bandung Pastikan Hutan Kota Babakan Siliwangi Dibuka Secepatnya  

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap fasilitas publik yang dibuka aman, ramah bagi semua kalangan, serta sesuai dengan standar kenyamanan yang telah ditetapkan.

Dengan dibukanya kembali Alun-alun Bandung dan Babakan Siliwangi, Pemkot optimistis aktivitas warga di ruang publik akan kembali meningkat sekaligus mendukung upaya penataan kota yang lebih humanis dan berkelanjutan.

0 Komentar