bandungekspres.co.id, LEMBANG – Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Golongan Karya (Golkar) Bandung Barat harus ditunda. Penundaan Musda dalam batas waktu yang belum ditentukan.
Menurut Plt. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat Cucu Sugyat, alasannya belum dapat disampaikan. ”Musda ditunda, namun saya belum bisa menyampaikan secara detail alasan penundaan Musda,” ucap Cucu kepada Bandung Ekspres saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/9) sore.
Dia menekankan, terkait waktu belum bisa ditentukan. Akan tetapi, akan kembali digelar dalam waktu dekat. Dia menjelaskan, tahapan pelaksanaan Musda belum sampai pada proses pemilihan calon Ketua DPD Partai Golkar.
Baca Juga:Bappeda Sarankan Buat Tol LautBupati Dedi Larang Guru Berikan PR kepada Siswa
Baru sampai pada tahap proses pendaftaran. Informasi yang dihimpun ada lima bakal calon yang sudah mendaftar, tiga nama lain yang sudah beredar. Diantaranya, Ernawan Natasaputra, Sunarya Erawan, dan Marsi. Baik Cucu maupun pengurus partai berlambang pohon beringin lainnya memilih gerakan tutup mulut mengenai alasan ditundanya proses pemilihan ketua.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Bandung Barat Abubakar, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Hilman Sukiman. Serta sejumlah ketua partai dan para kader Partai Golkar di Hotel Kampung Legok, Lembang.
Sementara itu, Menurut Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat Hilman Sukiman, Musda kali ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Bandung Barat. Siapapun ketua terpilih nantinya, harus mampu membawa Partai Golkar jauh lebih baik.
”Pemilihannya akan bersifat terbuka berdasarkan hasil musyawarah mufakat,” katanya.
Dikatakan Hilman, terpilihnya ketua baru nanti harus memiliki program pro rakyat. “Dalam pemilihan kali ini diharapkan tidak ada kalah menang, tapi harus fokus pada target program untuk 5 tahun ke depan,” katanya.
Disinggung menghadapi Pilkada 2018 di Bandung Barat, diakui Hilman, pihaknya masih belum memikirkan ke arah sana. Namun demikian, jika ada bakal calon yang akan diusung oleh Partai Golkar pada Pilkada 2018 di Bandung Barat nanti.
Maka siapapun akan tergantung dari hasil survey yang keputusannya ada ditangan pusat. ”Pencalonan pada Pilkada di KBB tergantung survey. Tidak mesti ketua DPD terpilih jadi calonnya, karena kita berdasarkan survey,” terangnya.
