”Bukan slogan semata ternyata. Jika dipahami, Catur Sukses tersebut akan mengarah kepada sebuah visi Jawa Barat di perhelatan PON dan Peparnas yang memperlihatkan sebagai provinsi termaju di Indonesia,” tegas Heryawan saat sosialisasi, kemarin.
Dia mengatakan, dengan terselenggaranya PON di 16 kota/kabupaten, beragam efek turunan diyakini akan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat. Di antaranya ketersediaan infrastruktur olahraga tingkat internasional hingga geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
”Kesuksesan pertama yang harus bisa ditorehkan Jawa Barat sebagai tuan rumah adalah menjadi juara umum di PON XIX dan Peparnas XV 2016. Dengan begitu, martabat Jawa Barat kembali terangkat setelah terakhir kali meraih pada 55 tahun lalu,” tegasnya lagi.
Baca Juga:BE A GOOD ZETIZEN AND GO TO NEW ZEALAND!Bocah 17 Tahun Masuk Skuat Real Madrid di Liga Champions
Apa yang didengungkan gubernur, memang bukan tanpa alasan. Sebab, akan hadirnya 50 ribu peserta dari berbagai kontingen ke Tanah Pasundan saat PON dan Peparnas digelar, menjadi momentum dan peluang emas untuk mengembangkan ekonomi rakyat.
Makanya, kepala daerah yang akrab disapa Aher tersebut berseru bahwa sekaranglah saatnya untuk memanfaatkan peluang bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Jawa Barat melalui PON dan Peparnas.
”Silakan masyarakat Jawa Barat di 16 kota/kabupaten, berekonomi, berbisnis. Sehingga ajang PON ini bisa lebih gebyar karena ada perekonomian,” ungkapnya seraya menambahkan, momen PON di Jawa Barat akan menjadi sejarah bangkitnya prestasi olahraga Jawa Barat dan Indonesia.
Sementara itu, sukses administrasi yang terus didengungkan, juga bukan tanpa dasar. Sukses administrasi salah satu poin keempat dari Catur Sukses itu, sudah menjadi target utama Jawa Barat saat menyelanggarakan PON XIX/2016 – Peparnas XV/2016.
Dengan sukses administrasi tersebut maka setelah PON dan Peparnas di Jawa Barat selesai, tidak ada dampak hukum yang akan menjerat para pelaku yang terlibat di dalamnya. Sukses administrasi menurut keinginan gubernur, berarti tanpa ada masalah hukum di akhir penyelenggaraan karena telah dilakukan secara transparan dan akuntabel.
”Tahun ini kita menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan PON dan Peparnas dan pendukungnya. Maka kita pun akan melaksanakannya secara transparan,” ujarnya.
Apa yang dilakukan Jawa Barat dengan Catur Sukses, diyakini akan menjadi sebuah percontohan bagi daerah lain yang akan mendapatkan giliran menjadi tuan rumah PON maupun Peparnas empat, delapan atau dua belas tahun berikutnya.
