Berjuang Perbaiki Kinerja dan Kultur, Kapolri Geber Inovasi Pelayanan Publik

Dia menyatakan, Polri juga memiliki kebijakan yang sekarang disosialisasikan untuk meningkatkan kepercayaan publik ke Polri. Sebab, saat ini tren kepercayaan publik terhadap polisi cenderung menurun. Hal itu berdampak negatif terhadap Polri, bangsa, serta negara.

Padahal, Polri merupakan lembaga vertikal terbesar yang memiliki jaringan mulai pusat hingga daerah. Memiliki 430 ribu personel, 33 polda, 500-an polres, 5.000-an polsek, dan 70 ribu personel babinkamtibmas yang tersebar di hampir seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Tito menganggap, kondisi tersebut menjadi ironis dengan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat.

Menurut dia, problem utamanya adalah belum maksimalnya kinerja. Misalnya, pelayanan publik, penegakan hukum di bidang reserse yang masih banyak komplain, kamtibmas, serta kerusuhan masal yang bahkan melibatkan kepolisian.

Selain itu, ada kultur di lingkungan organisasi dan individual Polri yang negatif di mata publik. Misalnya, perilaku koruptif, arogansi kekuasaan, dan kekerasan yang berlebihan. ”Ini poin yang membuat publik kurang simpatik. Kami berusaha menaikkan kembali. Jangan sampai turun terus,” ujarnya. (eko/c5/ang/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan