Mereka pun sudah punya masterplan untuk bikin PLTA Poso 3 yang punya kapasitas 4 x 100 mw. Rencananya dibangun pada 2017. Jadi, total seluruhnya 655 mw. Maka, PLTA Poso itu bakal menjadi salah satu PLTA terbesar di Indonesia. Saat ini PLTA berkapasitas besar adalah PLTA Cirata (1.008 mw) dan PLTA Saguling (700 mw) di Jawa Barat.
Achmad yang merupakan adik kandung Wakil Presiden Jusuf Kalla itu blak-blakan bercerita tentang pembangunan PLTA Poso. Meski menjadi salah seorang pemilik, alumnus Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu enggan duduk di balik meja. ”Saya ya ikut belajar bersama anak-anak,” ujar kakek dua cucu itu.
Dia memang benar-benar ikut belajar bersama anak buahnya. Gara-garanya, tidak ada modal pengetahuan sama sekali untuk membuat PLTA. Itu dia anggap bukan halangan. Dia justru tertantang untuk membidani kelahiran PLTA tersebut. ”Saya sangat tertarik masalah teknis,” ujar pria 64 tahun itu.
Baca Juga:Donna Agnesia Jadi Full Time MommyHewan Layak Kurban Ditempeli Label
Achmad tertantang setelah berkali-kali ditolak saat menghubungi konsultan dari dalam dan luar negeri. Dia mengaku mengajak kerja sama konsultan perencana dari Rusia, Tiongkok, dan Kanada untuk membuatkan desain PLTA. Tapi, tak ada satu pun yang menanggapi. Para konsultan itu, tampaknya, meragukan rencana proyek tersebut. ”Orang tidak pernah lihat PLTA kok mau bikin. Wasting my time saja,” ujar Achmad menirukan penolakan itu.
Gara-gara tidak punya pengalaman secuil pun, mereka harus menimba ilmu dari PLTA lain. Tak kurang 30 insinyur dikirim untuk belajar di PLTA Bakaru di Sulawesi Selatan dan PLTA Saguling, Bandung. Di Bakaru, mereka sampai menginap selama dua bulan untuk belajar soal pembangkit.
Setelah cukup mengerti, dimulailah proyek pertama. Yang jadi masalah kini soal pendanaan. Gara-gara tidak punya pengalaman sama sekali, mereka susah mendapatkan kucuran dana dari bank. Bank curiga, jangan-jangan PLTA itu tidak selesai dan bakal mangkrak.
Dibutuhkan waktu dua tahun untuk menggaet kepercayaan bank. Bukan waktu yang singkat. Empat bank, yakni BNI, BRI, Bank Panin, dan Bank Bukopin, akhirnya mau mendanai PLTA Poso 2 yang dibangun terlebih dahulu. Total biaya investasi itu mencapai Rp 4 triliun. Bukan angka yang kecil.
