Anak-anak SSB Jadi Bintang Pembuka Piala Presiden Elite 2026, Wujud Turnamen yang Dekat dengan Masyarakat

Anak-anak SSB Jadi Bintang Pembuka Piala Presiden Elite 2026, Wujud Turnamen yang Dekat dengan Masyarakat
Sejumlah anak memperagakan atraksi juggling bola dalam seremoni pembukaan Piala Presiden Elite 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Pembukaan turnamen pramusim tersebut ditandai dengan pertandingan perdana yang mempertemukan Persib Bandung melawan Arema FC. Piala Presiden Elite 2026 diikuti delapan tim dari empat negara Asia Tenggara dan digelar di Bandung serta Surabaya sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Riuh puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Si Jalak Harupat pada pembukaan Piala Presiden Elite 2026 bukan hanya disambut gemuruh pertandingan Persib Bandung kontra Arema FC.

Sebelum peluit pertama dibunyikan, sorotan justru mengarah kepada anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi bagian dari rangkaian seremoni pembukaan.

Aksi atraktif anak-anak SSB yang lihai mengolah si kulit bulat pada upacara pembukaan sengaja diberikan untuk memberi ruang ribuan siswa di kota tuan rumah dan menjadi pemantik motivasi agar para calon bintang masa depan dapat meretas impian menjadi pesepakbola profesional.

Baca Juga:Igor Tolic Puji Penampilan Tanamal, Ungkap Alasan Jadi Starter Lawan Arema FCIgor Tolic Sebut Pemain Baru Persib Mulai Jadi Pemimpin, Gabriel Mutombo Dinilai Tingkatkan Kualitas Tim

Di tengah megahnya pesta sepak bola pramusim, kehadiran mereka menjadi simbol bahwa turnamen ini bukan hanya milik klub-klub besar, melainkan juga ruang bagi mimpi para pesepak bola usia dini.

Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden Elite 2026, Tsamara Amany, mengatakan pelibatan anak-anak SSB memang menjadi bagian dari semangat yang terus dijaga penyelenggara sejak awal.

“Anak-anak SSB juga selalu kami libatkan karena memang niat Piala Presiden adalah memberikan hiburan untuk rakyat. Harga tiket dibuat terjangkau dan SSB dilibatkan agar mereka merasa bahwa Piala Presiden merupakan bagian dari mereka juga,” ujarnya.

Bagi anak-anak tersebut, berdiri di lapangan yang sama dengan para pemain profesional menjadi pengalaman yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

Dari balik tribun yang dipenuhi lautan bobotoh, mereka merasakan atmosfer pertandingan besar sambil membawa harapan suatu hari nanti dapat menginjak lapangan sebagai pemain utama.

Tsamara menegaskan, pembukaan Piala Presiden tidak hanya dikemas melalui hiburan dan pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk ikut merasakan kemeriahan sepak bola nasional.

“Jadi kami menyiapkan yang terbaik. Pada dasarnya ini adalah hiburan untuk masyarakat,” katanya.

Baca Juga:Debut Manis Igor Tolic, Puji Permainan Persib Usai Taklukkan Arema 1-0 di Piala Presiden 2026Erick Thohir Apresiasi Piala Presiden 2026, Sebut Kompetisi Jadi Ajang Tingkatkan Jam Terbang Klub dan Pemain

Menurutnya, Piala Presiden memang ingin menjadi turnamen yang inklusif. Karena itu, panitia tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memastikan masyarakat dari berbagai kalangan dapat menikmati pesta sepak bola tersebut.

Semangat itu juga diwujudkan melalui harga tiket yang terjangkau serta pelibatan berbagai elemen masyarakat dalam penyelenggaraan turnamen, termasuk komunitas, relawan kebersihan hingga pelaku UMKM lokal.

0 Komentar