Ahustiani MDS, Pencipta Mars Gerakan Pungut Sampah

Ahustiani MDS
SUHENDRIK/JABAR EKSPRES
KOMPAK: Ahustiani MDS (paling kanan) bersama dewan guru SMP Negeri 8 Bandung berpose di sela kerja bakti Gerakan Pungut Sampah di SMP Negeri 8 Banung, Ujungberung, belum lama ini.
0 Komentar

Kota Bandung sedang semangat membersihkan lingkungan dari sampah. Dari kalangan pendidik, Ahustiani MDS meresponnya dengan menciptakan mars Gerakan Pungut Sampah (GPS). Sebagai ’teman’ yang dinyanyikan setiap aktivitas kerja bakti dimulai di sekolah.

SUHENDRIK, UJUNG BERUNG

TIDAK jarang, kemampuan maksimal seseorang muncul ketika menghadapi suatu tantangan. Hal ini dialami betul oleh Ahustiani MDS, guru SMPN 8 Kota Bandung. Sampai akhirnya melahirkan mars Gerakan Pungut Sampah (GPS). Sebuah gerakan, yang diluncuran Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada 23 Juni 2014.

Ditemui di sekolah, Ahustiani yang lebih akrab disapa Neneng terlihat sedang memandu murid-muridnya menyiapkan alat kebersihan. Ada yang bawa sapu ijuk, sapu lidi, juga tempat sampah. Rupanya hari itu hari Jumat. Jadwal para guru dan siswa melakukan GPS di SMPN 8. Semua dilakukan dengan semangat. Guru, kepala sekolah, membaur memungut sampah yang terlihat satu per satu.

Baca Juga:Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang DisabilitasDisdik Data Ulang Siswa RMP

’’Kalau mau GPS nyanyi (mars) dulu. Kita gembira. Jadi tidak merasa diperintah. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat kita GPS,’’ ujar Neneng Jumat lalu.

Bahkan, kini mars GPS sudah hafal dinyanyikan keluarga besar SMPN 8. Meski semula Neneng tak berharap karya lagu pertama yang dibuatnya itu bakal terus dijadikan ’obat kuat’ penyemangat kerja bakti di sekolah. Sebab, baginya lagu mars GPS tergolong singkat dibuat. Hanya satu hari.

Mars GPS lahir 10 Agustus 2015. Kehadirannya terdorong rencana kehadiran Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Ketua PKK Kota Bandung Atalia Praratya Kamil ke Alun-alun Ujung Berung, untuk melakukan GPS. Wali kota kabarnya datang bersama para pemain sinetron komedi Preman Pensiun, organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan dan warga setempat. Meski akhirnya, setelah lagu dibuat wali kota dan Atalia batal datang.

’’Awalnya disuruh bikin yel-yel (sebelum jadi lagu) oleh kepala sekolah waktu itu Bapak Haji Ade Ariesmono MMPd untuk meyambut Pak Wali yang akan berkegiatan GPS bersama, di Alun-alun  Ujung berung 10 Agustus 2015,’’ ungkap dia.

Neneng tak sendiri mengaransemen musik dan membuat partitur mars GPS. Dia dibantu putra sulungnya Garbha Jabbaruddin Muhammad Ryatian Santosa, pelajar SMAN 3 Kota Bandung. Rangkaian lirik didapatnya selama perjalanan dari rumah ke sekolah saat menumpang angkutan umum. Lirik yang belum bernontasi itu disampaikan di kelas. Pengetikan naskah juga dibantu dari rekan guru di sekolah. Lalu, guru kesenian membantu menyosialisasikan kepada siswa. Bahkan, sampai video klip pun murid-murid yang membuat dan dilombakan. Video klip pemenang akan diunggah ke Youtube. Videonya telah diunggah tujuh bulan lalu.

0 Komentar