Ahustiani MDS, Pencipta Mars Gerakan Pungut Sampah

Ahustiani MDS
SUHENDRIK/JABAR EKSPRES
KOMPAK: Ahustiani MDS (paling kanan) bersama dewan guru SMP Negeri 8 Bandung berpose di sela kerja bakti Gerakan Pungut Sampah di SMP Negeri 8 Banung, Ujungberung, belum lama ini.
0 Komentar

’’Seru kan akhirnya. Kami kerjakan sama-sama,’’ ungkap dia.

Neneng menyampaikan, aktivitas GPS dilakukan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat di SMPN 8. Marsnya baru ada tahun 2015. Khusus hari Jumat, pelaksanaan GPS bekerja sama dengan kecamatan. Lalu, pada tahun 2014, SMPN 8 mendapat penghargaan Top 100 Achievement Rewards GPS Pelajar dari Pemkot Bandung dan Cleanaction. Tanggal 17 Agustus 2015, mars GPS dinyanyikan saat upacara Hari kemerdekaan di kantor kecamatan bersama lagu wajib yang lain.

Neneng mengaku, lirik mars GPS terinspirasi dari GPS sebagai sebuah gerakan masyarakat menjaga kebersihan menuju Bandung Juara. Mendorong terciptanya Kota Bandung yang juara juara agamis, indah, dan hijau. Apalagi, dulu Bandung dikenal Kota Parahyangan. Namun, semua itu tidak akan terwujud apabila warga tidak bisa menjaga kebersihan lingkungannya.

’’Untuk apa Pak Wali ingin menciptakan Bandung Juara, kalau kitanya tidak sadar-sadar,’’ jelas dia.

Baca Juga:Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang DisabilitasDisdik Data Ulang Siswa RMP

Guru yang sudah mengabdi sejak 17 tahun di Kota Bandung ini, ingin mars GPS bisa dimanfaatkan masyarakat luas. Agar bisa menyemangati berbagai aktivitas yang sifatnya menjaga lingkungan. Oleh karena itu, keping CD lagu berisi mars GPS sudah diberikan kepada Kepala Bidang Pendidikan SMP Tjep Dahyat SH MSi. Termasuk kepada Wali Kota Ridwan Kamil. Dari Tjep Dahyat pula dia mendapat partitur mars GPS yang sudah ditandatangani.

’’Inginnya partitur GPS juga ditandatangani Pak Wali untuk kenang-kenangan saya. Tapi belum terlaksana. Sampai sekarang belum ada kabar, meski sudah menemui orang-orang Pa Wali di balai kota,’’ terang dia.

Guru kelahiran Karawang 30 Agustus 1966 ini punya prinsip ingin berbuat baik yang maksimal dalam hidup. Apapun dilakukan demi kesuksesan tugas dan kesuksesan sekolah. Walau ada risiko berkorban tenaga, waktu dan lain-lain.’’Kalau tidak mau terjun (mengerjakan tugas degan hasil yang maksimal) ya lebih baik diam saja,’’ terang dia.

Apakah masih ada keinginan membuat lagu lagi? ’’Pengen ada rencana lagu lagi. Insya Allah buat lagu Sunda dalam tema pendidikan,’’ jelas dia. (*/fik)

0 Komentar