bandungekspres.co.id, SOREANG – Pemerintah Korea Selatan memberikan kesempatan bagi para pemuda/pemudi asal Kabupaten Bandung yang ingin belajar akupuntur secara professional di Negara gingseng tersebut. Kesempatan ini merupakan salah satu bagian dari kerjasama antara Pemkab Bandung dengan Pemerintah Korea Selatan yang telah terjalin sejak beberapa tahun lalu.
”Kami siap memberikan pelajaran akupuntur kepada para siswa asal Kabupaten Bandung di Korea Selatan,” tegas Ketua World Acupuncture Mission Korea Selatan Dr. Jung Yeon Gu saat mengadakan pertemuan dengan Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser SH MIp di rumah dinasnya, Kecamatan Soreang, belum lama ini.
Selama mengadakan kunjungan ke Kabupaten Bandung, sebanyak 30 orang ahli akupuntur asal negeri gingseng tersebut mengadakan pengobatan gratis kepada warga Kabupaten Bandung. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dadang Naser yang telah membantu terselengaranya kegiatan sosial ini,” ucap Jung Yeon Gu seraya menyebutkan, kegiatan tersebut telah terselenggara di 20 negara dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Baca Juga:Warga KPAD Blokir Jalan Tolak PengosonganMPLS Meminimalisir Keterlibatan Kakak Kelas
Pengobatan akupuntur secara gratis berlangsung sejak tanggal 18 Juli sampai 2 Agustus 2016 mendatang bertempat di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS) Soreang. Sejak dibuka, lebih dari 200 orang warga Kabupaten Bandung termasuk sejumlah PNS ikut memanfaatkan pengobatan tersebut. ”Saya merasa senang, karena ada seorang Kepala Desa yang menderita stroke bisa disembuhkan dengan cara akupuntur ini, termasuk seorang PNS dari Dinas Sosial yang menderita kerusakan gendang telinga juga ikut sembuh dengan memanfaatkan kegiatan tersebut,” kata Jung Yeon Gu.
Sementara menurut H. Dadang Naser, kegiatan ini turut meningkatkan derajat kesehatan warga Kabupaten Bandung, yang pada tahun 2015 telah mencapai Angka Harapan Hidup 71,03 tahun. Sementara Angka Harapan Hidup Korea Selatan telah mencapai 80 tahun.
Diakui oleh Dadang Naser, kerjasama dengan pemerintah Korea Selatan di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan dan ketenagakerjaan telah memberikan hasil yang cukup signifikan. Terutama di bidang ketenagakerjaan. Ratusan pekerja asal Kabupaten Bandung kini telah bekerja di Korea Selatan dengan gaji perbulan sekitar Rp 14 juta. ”Sebelum mereka berangkat kesana, kita didik dulu dengan pengetahuan bahasa Korea yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Bandung,” kata Dadang. (gun/fik)
