Penataan Wisata Alam Harus dengan Ahlinya

diskusi
HENDRIK KAPARYADI/JABAR EKSPRES
DISKUSI : Ahli Geografi T. Bachtiar saat menjadi pembicara pada Diskusi Panel Pembangunan Daerah di Lembang kemarin (2/6).
0 Komentar

Menurutnya, dengan keragaman wisata alam sudah pantas jika Kabupaten Bandung Barat memiliki museum. Pembangunannya tinggal bagaimana Pemkab Bandung Barat mengkomunikasikan dengan Kementerian ESDM.

Secara garis besar Bachtiar mengelompokan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bandung Barat ke dalam tiga kelompok besar, meliputi keragaman bumi, keragamanan hayati, dan keragaman budaya. Sekarang tinggal menyatukan ketiga sektor itu agar bisa menjadi objek wisata yang menarik perhatian wisatawan. ”Yang perlu menjadi perhatian bersama, wisatawan tidak hanya sekedar menikmati panorama alam tapi mendapat penjelasan mengenai sejarah terbentuknya alam tersebut. Dijelaskan tentang apa itu Gua Pawon, bekas danau purba ataupun kaldera Gunung Sunda biar wisatawan mendapat pengetahuan sehingga bisa memberi kesan mendalam,” paparnya.

Begitu besarnya potensi alam yang menjadi bagian sejarah terbentuknya wilayah Kabupaten Bandung Barat, menurut Bachtiar,  perlu diketahui oleh masyarakatnya. Bisa dimulai dari sekolah, mulai guru, dan para anak didik. ”Masyarakat Kabupaten Bandung Barat harus tahu sejarah terbentunya wilayah yang sekarang mereka diami. Sehingga nilai yang dijual tidak hanya sekedar alamnya semata tapi juga cerita dari apa yang terjadi di masa lalu,” tuturnya.

Baca Juga:Pendapatan Menurun, Ratusan Sopir Angkot Protes Bus SekolahPrisia Nasution Dipersunting Aktor Malaysia

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya mengatakan, semua pemaparan yang disampaikan tiga pakar dari tiga disiplin ilmu itu menjadi masukan berharga bagi Pemkab Bandung Barat dalam menentukan arah kebijakan ke depan. Dimana pembangunan ke depan harus lebih baik dari hari ini. ”Kekayaan yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat akan terus dikembangkan dan menjadi kekayaan untuk mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (drx/fik)

0 Komentar