PSK Pulang Kampung, Hiburan Malam Tutup Selama Ramadan

Hiburan tutup di Bulan Ramadhan
FAJRI ACHMAD NF . BANDUNG EKSPRES
TUTUP SEBULAN: Pejalan kaki melintas di bangunan hiburan malam di Jalan ,Sudirman Kota Bandung, ekmarin (1/6). Wali Kota Bandung menegaskan, tempat hiburan tutup selama pelaksaaan Ramadan.
0 Komentar

”Wanita penghibur dan PSK yang mudik menjelang bulan puasa ini patut diwaspadai,” ucap ketua MUI Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu Drs KH Amin Bay MAg, kemarin.

Tokoh ulama yang getol menyerukan bersih maksiat di Bumi Wiralodra ini menuturkan, pembongkaran bangunan liar (bangli) di sejumlah eks kawasan prostitusi Pantura oleh Satpol PP Indramayu, tidak menjamin praktik ”bisnis lendir” berhenti merajalela.

Justru sebaliknya, gempuran arus mudik para PSK ibu kota menjelang bulan puasa, bakal memicu kembali menjamurnya lokasi praktik prostitusi baru. Hal ini terindikasi dari mulai maraknya gubuk-gubuk liar yang berdiri di bekas lokasi eks kawasan prostitusi serta belum dibongkarnya sarang bisnis esek-esek di luar pinggiran Jalan Raya Pantura Patrol dan Kandanghaur.

Baca Juga:Demokrat Subang Dukung IrfanSektor Depan Timnas Italia Euro 2016 Meragukan

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu menyatakan, jika pihaknya tidak akan mengeluarkan surat larangan melakukan sweeping kepada ormas ataupun LSM. Tetapi jika ada yang melakukannya, Polres Cianjur akan membubarkan dan menertibkan.

Asep mengatakan, ormas dan LSM terutama yang mengatasnamakan organisasi Islam di Cianjur telah sepakat untuk tidak melakukan sweeping ketika menjelang ataupun sudah masuk Ramadan.

”Salah satunya FPI, dari pimpinan pusatnya juga sudah menyatakan tidak akan melakukan sweeping, makanya kalau di sini ada berarti tidak amanah, tidak mengikuti pemimpin dan melanggar janji,” kata dia kepada Jabar Ekspres, kemarin (1/6).

”Operasi atau razia itu kewenangan pihak kepolisian, jadi tidak perlu ada pihak lain. Apalagi jika tanpa dilakukan koordinasi dan izin,” tambahnya.

Sekretaris Aliansi Nasionalis Reformis Sukabumi Bayu Nugraha mengatakan, aksi sweeping banyak dilakukan ormas lantaran tidak puas dengan kinerja aparat penegak hukum. Karena itu, dia meminta polisi dan Satpol PP untuk gencar dan serius memberantas miras. ”Kami berharap polisi dan Satpol PP bisa semakin gencar dan tegas menindak kepada penjual miras,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi Dadang Eka mengatakan menjelang Ramadan, masyarakat harus bisa menjaga emosi dan tidak bertindak melanggar hukum. ”Untuk penegakkan perda, kami yang berwenang. Untuk penegakkan hukum ada polisi. Jadi masyarakat cukup mengawasi dan melaporkan kepada kami,” pungkasnya. (edy/bay/udi/kho/rie)

0 Komentar