Desa Darmacaang di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, merupakan salah satu desa yang rawan terjadi bencana alam tanah longsor. Desa yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Ciamis ini memiliki tingkat kemiringan yang tinggi.
Yunaz Setiawan, Ciamis
SETIAP hujan turun, warga Desa Darmacaang kerap kali was-was dengan tanah longsor. Secara geografis, desa seluas 745.469 hektare itu berada dalam ketinggian 600-700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Akses jalan menuju desa tersebut cukup sulit. Hampir sepanjang jalan menuju desa tersebut, sering kali dijumpai tebing dan jurang yang cukup curam. Kondisi alam tersebut, membuat desa dengan jumlah penduduk sebanyak 4.489 jiwa rawan terjadi longsor. Bahkan, banyak rumah warga yang rusak, akibat tertimbun tanah yang tiba-tiba longsor.
Tapi, keresahan warga mulai berkurang, pasca dibentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Darmacaang, pada 2013 silam. KSB merupakan program nasional penanggulangan bencana berbasis masyarakat oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial. Program ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan secara masyarakat dari ancaman bencana melalui pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang ada di lingkungan setempat.
Baca Juga:Pemkab Mulai Persiapkan Jalur Mudik LebaranBupati Buka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat
Ada 50 personel yang tergabung sebagai sukarelawan Kampung Siaga Bencana Desa Darmacaang. Semua anggotanya adalah warga setempat. Para relawan tim KSB Desa Darmacaang selalu siaga setiap saat, terutama saat terjadi hujan lebat. Potensi kecil bencana, seperti retakan tanah, akan segera diinformasikan ke pemerintah agar segera ditanggulangi, lalu melakukan sistem peringatan dini sampai menyiapkan dapur umum, saat bencana terjadi. Para anggota KSB ini memanfaatkan telepon seluler untuk cepat memberikan informasi.
Selain kesiapsiagaan tim KSB sebelum dan saat terjadi bencana, warga Desa Darmacaang juga selalu mendapat edukasi tentang bahaya bencana oleh para anggota KSB Desa Darmacaang. Uniknya, Tim KSB ini menyelenggarakan sosialisasi, penyuluhan atau kegiatan penyadaran masyarakat tentang bahaya bencana alam melalui kesenian daerah, seperti Calung, Pencak Silat, dan Rebana. ”Kami rutin menggelar kesenian setiap malam Minggu. Karena, saat itulah momen yang tepat mengumpulkan seluruh warga desa,” ujar Memet Nurrohman, Ketua KSB Desa Darmacaang kepada Jabar Ekspres, Jumat (20/5) lalu.
