Edukasi Tentang Bencana Melalui Kesenian

kampung siaga bencana
SIGAP SIMULASI: Tim Kampung Siaga Bencana Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis nampak sigap dalam membangun tenda saat pelatihan simulasi terjadinya bencana.
0 Komentar

Itulah cara kreatif KSB Desa Darmacaang. Karakter warga Desa Darmacaang yang menyukai hiburan kesenian daerah, dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi tentang bencana. Sebab, anggota KSB tak hanya diwajibkan mengetahui kondisi wilayah, namun juga dituntut paham kondisi budaya dan adat istiadat setempat. Memet menjelaskan, sebelum menjadi anggota KSB, warga harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Pelatihan saat itu dibimbing oleh perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan memberikan materi tentang prosedur standar operasional penanggulangan bencana. Para anggota juga dibuatkan simulasi terjadinya bencana yang dipelopori oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Sehingga, saat terjadi bencana, para anggota KSB ini akan segera cepat tanggap.

Selain itu, sebanyak 50 personel KSB haruslah orang-orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan merupakan warga asli atau warga yang sudah lama menetap di Desa Darmacaang. ”Sebab bencana bisa terjadi kapan saja, anggota KSB harus orang yang tinggal di Desa Darmacaang. Jadi, saat terjadi bencana, mereka akan cepat tanggap bencana,” kata Memet.

Tak hanya rutin menyosialisasikan tentang bencana alam, tim KSB juga rutin menggelar pertemuan dan melakukan koordinasi dengan Linmas dan Tagana Kecamatan Cikoneng di Gardu Sosial yang juga menjadi Sekretariat KSB Desa Darmacaang. Sekecil apapun informasi yang didapat oleh anggota KSB, tim KSB wajib membuat laporan ke Dinas Sosial kabupaten dan provinsi untuk lebih cepat ditindaklanjuti.

”Itulah fungsi utama KSB, meminimalisir terjadinya bencana besar,” ungkap Memet.

Baca Juga:Pemkab Mulai Persiapkan Jalur Mudik LebaranBupati Buka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat

Dikatakan Memet, selain berfungsi sebagai tempat pertukaran informasi dan pendapat antar anggota KSB, Gardu Sosial juga berfungsi sebagai Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) pada saat terjadi bencana serta sebagai pusat layanan komunitas bidang kesejahteraan sosial pada saat kondisi tidak terjadi bencana. ”Hanya saat ini gardu sosial masih bergabung dengan ruangan perangkat desa lain. Tapi itu tidak mengganggu kinerja KSB. Kami berharap ke depan agar Gardu Sosial bisa dibangun terpisah,” ucapnya.

Memet bersyukur karena selama KSB dibentuk, Desa Darmacaang belum terjadi lagi bencana tanah longsor. Sebab,  tim KSB sudah melakukan pemetaan rawan bencana longsor sebelumnya.

0 Komentar