Dedi Mulyadi dan Kemenhub Akan Bahas Reaktivasi Bandara Husein, Nasib Kertajati Masih Menunggu Keputusan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (son)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Foto: Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons wacana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang kembali mencuat dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mematangkan pembahasan bersama Pemerintah Pusat pada pertengahan Juni mendatang.

Dedi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana tersebut.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Bali, Dewan Komisaris Tinjau IT ManggisBupati Cecep Ajak Warga Viralkan Truk ODOL, Pemkab Tasikmalaya Perketat Pengawasan Demi Jalan Tahan Lama

“Sudah kami komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan,” ujar Dedi, Selasa (2/6).

Ia menjelaskan, komunikasi tersebut juga mencakup peluang serta strategi penataan lalu lintas udara apabila Bandara Husein kembali dioperasikan.

“Saya sudah komunikasi dengan Menhub, mungkin di pertengahan Juni kami akan bahas teknis,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menyinggung masa depan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB Kertajati).

“Kertajati kan mungkin tidak diaktifkan lagi untuk bandara komersial. Makanya kami nunggu hasil pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan di pertengahan Juni nanti,” katanya.

Wacana reaktivasi Bandara Husein menguat dalam beberapa hari terakhir.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut adanya arahan Presiden terkait pengoperasian kembali bandara tersebut.

“Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, sore harinya saya mendapatkan kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto,” kata Farhan, Rabu (27/5).

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Pamijahan Bogor Ludes TerbakarLibur Iduladha, Jalur Puncak Bogor Mulai Dipenuhi Kendaraan Wisatawan

Sementara itu, terdapat arah baru terkait pemanfaatan BIJB Kertajati. Bandara yang berada di Kabupaten Majalengka tersebut direncanakan menjadi pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk pesawat Hercules.

Gagasan tersebut muncul dari tawaran Pemerintah Amerika Serikat. Tidak hanya melayani kebutuhan nasional, fasilitas itu juga diproyeksikan menjadi pusat perawatan pesawat Hercules untuk kawasan Asia.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, saat rapat kerja bersama DPR RI pada Selasa (19/5) lalu. (son)

0 Komentar