oleh

Pemkab Dinilai Melakukan Pembiaran

bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Banyaknya bangunan rumah dan tempat makan di area zona lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan Perkantoran Pemkab Bandung Barat, pemerintah dinilai telah melakukan pembiaran. Padahal, jelas-jelas area tersebut masuk zona yang nantinya akan dibangun untuk ruang publik. Hal tersebut diungkapkan Ketua LSM Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Dekki Karwur di Ngamprah, kemarin.

Dia mempertanyakan tidak adanya tindakan dari aparat terkait dari awal pembangunan sampai berdirinya bangunan. Dia juga meminta agar pemkab bersikap tegas dan tidak melakukan pembiaran terhada bangunan-bangunan tersebut. ”Kalau dibiarkan seperti saat ini menunjukan lemahnya fungsi pengawasan dan tanggungjawab instansi terkait. Harusnya ketika terlihat mulai ada kegiatan pembangunan langsung hentikan,” katanya.

Baca Juga:   8.425 Pemudik Tinggalkan Bekasi,  Terminal Mulai Dipadati Penumpang

Dia beralasan, jika bangunan rumah makan itu sudah berdiri dapat menghambat proses pembebasan. Apalagi bangunan tersebut dijadikan  tempat usaha atau bisnis, pastinya akan menyulitkan pemerintah saat akan melakukan pembebasan. ”Bangunan itu berada di lokasi strategis, tepat di pinggir Jalan Padalarang-Cisarua hanya berjarak beberapa ratus meter dari

kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat. Pastinya setiap hari bupati dan pejabat lainnya melewati jalur ini. Enggak mungkin sampai tidak tahu,” tandasnya.

Baca Juga:  Peristiwa Berdarah di Malam Takbiran, Berniat Nagih Hutang, Malah Tewas Dibacok

Dekki menyayangkan lambannya instansi berwenang dalam mengambil tindakan. Terkesan menunggu perintah bupati baru mengambil langkah. ”Yang kami khawatirkan, jika terus dibiarkan akan diikuti yang lain. Ramai-ramai mendirikan tempat usaha di zona yang sudah ditetapkan sebagai lokasi kompleks perkantoran, bak jamur di musim hujan. Kalau sudah begini akan jauh lebih sulit membebaskannya,” tuturnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga