oleh

Gubernur Kecewa Penyerapan Gabah Rendah

bandungekspres.co.id, SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku, kecewa dengan tingkat penyerapan gabah para petani di Kabupaten Sukabumi yang hanya 10 persen dari tingkat produksi mencapai 180.000 ton. Bulog sebagai lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah untuk membeli gabah petani, mestinya bisa menyerap lebih tinggi lagi.

”Tidak ada alasan bagi Bulog untuk tidak dibeli gabah petani lokal. Nanti akan saya cek ke sana,” ujar Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan di Kabupaten Sukabumi, belum lama ini.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Wilayah Nias Barat

Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah yang menjadi lumbung padi nasional. Semestinya Bulog tidak harus susah mencari gabah ke daerah lain. ”Manfaatnya akan membantu petani dalam memasarkan hasil taninya,” katanya.

Menjelang Ramadan, Aher memastikan stok gabah di Kabupaten Sukabumi khususnya di Jawa Barat aman. Dalam setahun, Pemprov Jawa Barat diberikan alokasi gabah dari pemerintah pusat sebanyak 200 ton. Jumlah tersebut bisa dimanfaatkan untuk keadaan masyarakat yang darurat (bencana, red) dan juga keperluan lainnya. ”Namun kita nambah 3000 ton, jadi setahun stok gabah kita sebanyak 3.200 ton. Insya Allah semua aman, baik menjelang Ramadan maupun keadaan darurat,” singkatnya.

Baca Juga:  MUI: Wabah Tidak Halangi Pelaksanaan Ibadah

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono memastikan stok gabah di Kabupaten Sukabumi relatif aman. Terlebih lagi, daerah yang paling banyak dalam menghasilkan gabah ialah daerah Pajampangan. Terkait dengan hasil tani yang kurang diserap oleh bulog, pihaknya berjanji akan melakukan koordinasi dengan pihak bulog. ”Nanti akan kami sampaikan persoalan ini. Namun untuk gabah sendiri di Kabupaten Sukabumi aman,” singkatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga