oleh

Terapkan UU Teror, Sikapi Insiden Penyayat dan Penembak

 

bandungekspres.co.id, JAKARTA— Penembakan misterius di Magelang dan penyayataan liar di Jogjakarta membuat Polri bertindak tegas. Bila pelaku telah tertangkap, maka akan diterapkan undang-undang terorisme. Hal itu dikarenakan perbuatan keji itu telah membuat keresahan masyarakat secara luas.

Grafis Teror
Grafis Teror

Kadivhumas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menuturkan, untuk pelaku penembakan memakai senapan angin dan penyayat itu telah membuat keresahan masyarakat. Orang tua was-was dengan kondisi anaknya yang bepergian. ”Jumlah korban juga terus bertambah,” jelasnya.

Baca Juga:  Update, Harga Emas Antam Hari Ini

Kepolisian telah berupaya maksimal untuk mengetahui identitas pelaku dan menangkapnya. Karena itu, bila tertangkap, sangat mungkin menerapkan undang-undang 15/2003 tentang pemberantasan terorisme pada para pelaku. ”Entah motifnya apa dan siapapun pelakunya, UU itu bisa diterapkan,” paparnya.

Ancamannya bisa berupakan hukuman penjara lebih dari lima tahun hingga bahkan hukuman mati. Dia menuturkan, karena itu pelaku penembakan dan penyayatan diharapkan segera menghentikan prilakunya. ”Segera menyerahkan diri juga,” tegasnya ditemui kemarin (28/4).

Baca Juga:  Puan Kritik Jokowi Soal Kebijakan Larangan Mudik Lebaran

Karena ada penggunaan senapan angin untuk melakukan teror itu, maka Polri memiliki rencana untuk mengatur lebih tegas keberadaan senapan angin. Senapan angin memang tidak masuk ke tingkatan senapan api, namun tetaplah berbahaya. ”Harus ada aturan yang dibuat untuk itu,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga