oleh

Kena Pasal TPPU, Kapal Cargo Disita

bandungekspres.co.id, CIREBON – Penyelundupan 40 kg sabu dan 18 ribu ekstasi menggunakan kapal kargo Bahari I milik PT IGS membuat Polri curiga bahwa perusahaan kapal terlibat. Pasalnya, diketahui salah satu tersangka bernama Jusman yang berperan sebagai Pengendali Narkotika merupakan adik pemilik PT IGS.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, kapal yang sudah berulang kali menyelundupkan narkotika ini tentu akan diselidiki. Sejauh apa peran dari perusahaan tersebut. ’’Apakah mengetahui penyelundupan atau tidak,” paparnya kemarin.

Baca Juga:  Berkolaborasi dengan Makodim 0618/BS, Tim Aksi Cepat Tanggap Galang Bantuan Untuk Publik Jelang Ramadan

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan memang ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan besar narkotika ini. Tentunya, semua yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. ’’Jangan sampai ini berulang lagi,” ujarnya.

Yang pasti, kapal ini akan disita negara dan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dikenakan untuk kasus tersebut. ’’Kami pastikan semua hasil narkotika harus disita negara,” ujar jenderal berbintang empat tersebut.

Baca Juga:  Grab Vaccine Center Sukses Menjalankan Vaksin Dosis Kedua kepada Lansia dan Pekerja Publik di Bandung, Jawa Barat

Sementara Kepala Tim Narcotics Investigation Center Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Ajun Komisaris Besar Donny Setiawan mengatakan bahwa Jusman bisa dibilang keluarga pemilik perusahaan kapal itu. ’’Dia adiknya pemilik perusahaan,” jelasnya.

Makanya, semua pengendalian narkotika di kapal itu dilakukan Jusman. Keterlibatan perusahaan tentu akan ditelusuri. ’’Yang membawa sabu keluar kapal ini juga Jusman sendiri. Yang lain gak boleh,” papar mantan Kasat Narkoba Polresta Depok tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga