oleh

Legislatif dan Eksekutif Cimahi ’Kudu’ Peka

bandungekspres.co.id – Keinginan para seniman dan budayawan terkait dengan fasilitasi anggaran dan ruang ekspresi bagi di Kota Cimahi, mencuat dalam Cimahi Open Dialog yang digelar di Pendopo Kota Cimahi, kemarin (3/4). Open Dialog yang menghadirkan para pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi dan beberapa anggota dewan tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar seni budaya menjadi bagian dari prioritas pembangunan di Kota Cimahi.

”Open dialog ini kami harapkan agar eksekutif dan legislatif di Kota Cimahi lebih peka terhadap isu yang berkembang di masyarakat, sehingga pemerintahan daerah dapat mengolah dan membuat terobosan dalam mengakomodir keinginan masyarakat. Pasalnya, setiap masukan, pandangan dan kritikan yang halus maupun tajam dari masyarakat menjadi tolok ukur dari kepuasan masyarakat, dan itu harus mendapatkan respon lembaga pemerintahan sehingga tidak menjadi isu liar, apalagi hal ini banyak terungkap di media sosial,” kata Fajar Budhi Wibowo, penggagas Open Dialog, kemarin.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Hantui Warga, BPBD KBB Sebut Dua Daerah  Rawan Puting Beliung

Anggota Badan Anggaran yang juga Pimpinan Komisi I DPRD Kota Cimahi, Dedi Kuswandi menilai, pembangunan seni dan budaya di Kota Cimahi saat ini dilihat dari dukungan anggaran baru sekitar Rp. 700 juta rupiah atau setara dengan 0,01 persen dari total APBD Kota Cimahi saat ini sekitar Rp 1,7 Triliun. ”Jika melihat anggaran yang ada saya yakin anggaran untuk seni dan budaya ini bisa dialokasikan 5 persen dari total APBD Kota Cimahi. Tetapi kendala yang  saya rasakan  kenapa nilainya masih segitu ? karena saya bukan Ketua DPRD dan Wali Kota Cimahi, jadi kuncinya ada pada dua pimpinan ini, yaitu Pak Achmad Gunawan sebagai Ketua DPRD dan Ibu Atty sebagai Wali Kota Cimahi,” ungkap Dedi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga