Oleh sebab itu, lanjur Rokhmin, dirinya akan melaksanakan program-program yang langsung, baik secara teknologi maupun managemen untuk meningkatkan pendapatan petani dan nelayan. ”Jadi Ganti akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah akan mematikan bahwa seluruh petani nelayan Indonesia harus skala ekonomi dan kami siap meningkatkan penghasilan petani dan nelayan di Indonesia dengan harapan bisa mencapai Rp 4 juta per bulan,” paparnya.
Dia juga mendorong pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan untuk segera melakukan distribusi kapal-kapal ke daerah under fishing terutama di luar Pulau Jawa.
Sebab, selama ini pendistribusian kapal di perairan Indonesia tidak merata karena 40 persen kapal terkonsentrasi di Pantura di mana orang melaut hanya one day (berangkat pagi pulang sore atau sebaliknya). ”Jadi, bolak-balik atau jaraknya hanya 4-10 mil saja,” ujarnya.
Baca Juga:Pembangunan Apartemen GagalMinimarket Terlalu Menggurita
Rokhmin mengungkapkan, kondisi tersebut diperparah dengan fakta bahwa kondisi perikanan di Pantura sudah over fishing. Artinya tingkat penangkapannya lebih besar dari kemampuan laut menyediakan ikan.
Dengan kata lain, pemerintah harus melihat bahwa apabila daerah sudah over fishing, maka kebijakannya kapalnya itu harus dikurangi atau kapalnya dipindahkan ke daerah-daerah under fishing dibandingkan kemampuan laut menyediakan ikan.
”Daerah-daerah under fishing itu diantaranya laut-laut di luar Pulau Jawa seperti Natuna, Arafura, Sulawesi, ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) yang selama ini menjadi sasaran para pencuri oleh nelayan asing,” jelasnya.
Rokhmin juga menganggap pengadaan kapal 3.540 unit yang dilakukan pemerintahan saat ini keliru. Sebab, apabila dilihat dari 1.000 unit tersebut untuk ukuran 5 GT ke bawah, 1.000 lagi 5-10 GT, 1.000 antara 10-20 GT, 20-30 ada 500 kapal dan kapal besar atau 30-40 GT hanya 40 unit.
”Seharusnya kapal besar yang diperbanyak. Dengan kata lain mendapatkan dua burung dengan satu jurus. Sekarang industri pengolahan ikan banyak yang tutup seperti di Muara Baru, Bitung karena nggak ada ikan,” ungkapnya.
Dengan kapal besar yang diperbanyak, maka ilegal fishing pun akan turun. Vietnam dan Thailand tidak akan masuk perairan Indonesia apabila laut selama ini penuh sesak dengan nelayak lokal.
