Toko-Toko yang Dulu Dititipi Produk Masih Trauma

Perakit TV M. Kusrin
M KUSRIN/RADAR SOLO
TERUS BERJUANG: Perakit TV M Kusrin kini kembali bangkir usai diterpa masalah terkait dengan usahanya. Dia terus maju bersama pegawainya.
0 Komentar

Menurut Euis, industri kecil seperti itu mampu meningkatkan nilai tambah barang serta memperpanjang usia pakai komponen televisi dan monitor komputer. Berdasar informasi dari Kusrin, saat ini ada sekitar 25 perakit TV seperti UD Haris Elektronik. ’’Kami akan cek satu per satu, lalu kami ajak mereka supaya mau mengajukan sertifikasi SNI,’’ tuturnya.

Selain itu, Euis meminta dinas perindustrian dan perdagangan daerah menginformasikan kepada Kementerian Perindustrian jika ada pengusaha IKM yang potensial seperti Kusrin. ’’Jangan sampai tiba-tiba ada kasus seperti yang menimpa Kusrin,’’ tegasnya.

Pemberlakuan SNI memang perlu dipatuhi semua pihak. Namun, dia berharap langkah persuasif lebih dulu dilakukan aparat penegak hukum. ’’Kasus IKM seperti Kusrin itu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Ke depan, kami minta kalau ada pelanggaran SNI di daerah dikomunikasikan lebih dulu kepada kami di pusat sebelum dieksekusi,’’ jelasnya.

Baca Juga:Bahrun Naim Kembali Berulah di BlogOtomotif Pasang Target Tinggi

Sebelum terjerat masalah hukum, Kusrin sebenarnya juga pernah mengalami cobaan berat. Yakni, kala ditipu salesman-nya. Buntutnya, dia sampai harus berhenti berproduksi selama enam bulan. ’’Saya mulai dari awal lagi, kerja 24 jam selama dua tahun sampai bisa berkembang lagi,’’ katanya.

Itulah yang akan dilakukannya sekarang. Begitu situasinya sudah benar-bernar pulih, Kusrin siap kembali menggenjot produksi. ’’Karyawan-karyawan yang dulu sempat keluar karena trauma juga akan saya minta kerja lagi,’’ ujarnya. (*/JPG/c5/ttg/fik)

0 Komentar