oleh

Segera Munas Atau Golkar Habis

[tie_list type=”minus”]Beringin Tak Miliki Opsi [/tie_list]

bandungekspres.co.id– Partai Golkar tidak punya pilihan untuk menyelamatkan diri dari perpecahan. Satu-satunya opsi yang adil adalah menyelenggarakan munas ulang, setelah Menteri Hukum dan HAM mencabut SK Kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol. Sebab, partai beringin sudah harus bersiap menyongsong pilkada 2017.

Hal itu disampaikan Direktur eksekutif Lembaga Survei Indobarometer M. Qodari menanggapi peluang Golkar di pilkada berikutnya. Sebab, Golkar boleh dikatakan hancur di pilkada 2015 akibat perpecahan tersebut. ’’Sebab, KPU tidak menerima pencalonan dari salah satu kubu saja,’’ terangnya kemarin.

Dari 264 daerah yang baru saja menggelar pilkada, Golkar mengikutsertakan 136 calon di 134 daerah. Dua daerah memiliki masing-masing dua calon, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut, dan Yalimo, Papua. Kedua daerah tersebut merupakan pengecualian karena dua calon itu adalah hasil sengketa pencalonan.

Sedangkan, jumlah paslon pemenang pilkada yang didukung Golkar hanya 54. Dua daerah masih belum menetapkan pemenang, yakni Kabupaten Yahukimo dan Yalimo di Papua. Itu artinya, Golkar hanya meraih kemenangan 20 persen pada pilkada 2015.

Qodari menuturkan, apabila kondisi semacam ini terus dibiarkan, maka kehancuran Golkar tinggal menunggu waktu. ’’Pilkada 2015 adalah kenyataan pahit dari realita terbelahnya partai Golkar,’’ lanjutnya. padahal, lanjutnya, golkar meriupakan partai yang kekuatannya bisa dibilang merata.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga